Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Inovasi Lintas Negara: Akademisi INSTIKI Kembangkan Aplikasi Belajar Pemrograman Berbasis Mobile di Okayama University Jepang

jepang
Bali Tribune / Akademisi INSTIKI Kembangkan Aplikasi Belajar Pemrograman Berbasis Mobile di Okayama University Jepang

balitribune.co.id | Denpasar – Era pendidikan digital menuntut fleksibilitas tanpa batas. Menjawab tantangan tersebut, akademisi asal Indonesia baru-baru ini sukses melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) skala internasional di Distributed Systems Laboratory, Okayama University, Jepang. Program ini berfokus pada pengembangan Programming Learning Assistant System (PLAS) berbasis mobile, sebuah inovasi yang memungkinkan mahasiswa belajar pemrograman database (SQL) kapan saja dan di mana saja.

Selama ini, Distributed Systems Laboratory di Okayama University telah dikenal dengan pengembangan sistem PLAS berbasis web yang andal. Sistem ini telah banyak membantu mahasiswa dalam memahami logika dan bahasa pemrograman dasar. Namun, seiring dengan pergeseran tren gaya hidup mahasiswa yang semakin bergantung pada smartphone (mobile-first), kebutuhan akan ubiquitous learning, pembelajaran yang terlepas dari batasan ruang dan waktu menjadi semakin mendesak.

Menjawab Tantangan Belajar yang Fleksibel

Sebelum adanya inovasi ini, mahasiswa pemula di Okayama University harus bergantung pada komputer laboratorium atau laptop pribadi untuk mengakses materi dan berlatih menulis kode SQL. Hal ini secara tidak langsung menciptakan dinding pembatas bagi mereka untuk berlatih secara spontan di luar jam kuliah formal.

Melihat celah tersebut, tim PKM dari Indonesia hadir membawa solusi melalui pengembangan Mobile SQL PLAS. Aplikasi ini dirancang untuk menjadi jembatan pelengkap bagi ekosistem web yang sudah ada.

“Kami melihat bahwa belajar pemrograman, khususnya database SQL, membutuhkan latihan yang berulang-ulang. Jika mahasiswa hanya bisa berlatih saat berada di depan komputer, proses pemahaman mereka akan lebih lambat. Dengan membawa PLAS ke dalam genggaman (smartphone), kami berharap mahasiswa dapat berlatih logika database saat mereka sedang di bus, di kafe, atau di sela-sela waktu luang mereka,”] ungkap Wardani, selaku koordinator dalam dalam mengembangkan proyek kolaborasi internasional ini yang merupakan Dosen Informatika dari Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia.

Bukan Sekadar Membuat Aplikasi, Melainkan Transfer Pengetahuan

Lebih dari sekadar menciptakan produk teknologi, esensi dari program PKM internasional ini adalah pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) lintas negara. Para anggota peneliti di Distributed Systems Laboratory Okayama University selama ini memiliki fokus riset yang sangat kuat di bidang pengembangan web. Oleh karena itu, wawasan praktis mengenai arsitektur pengembangan aplikasi mobile menjadi sesuatu yang baru dan sangat dibutuhkan oleh tim laboratorium.

Melalui diskusi kolaboratif dan sesi lokakarya (workshop) internal, tim Indonesia mendemonstrasikan proses pengembangan aplikasi mobile dari hulu ke hilir. Materi yang dibagikan mencakup prinsip desain User Interface dan User Experience (UI/UX) khusus mobile, integrasi Application Programming Interface (API) untuk menghubungkan aplikasi dengan database web yang sudah ada, hingga praktik terbaik dalam arsitektur perangkat lunak mobile.

Kolaborasi ini mendapat sambutan hangat dari para peneliti Jepang. Mereka mendapatkan perspektif teknis baru yang tidak hanya memperluas portofolio keterampilan mereka, tetapi juga memberikan fondasi yang kuat bagi laboratorium tersebut untuk terus mengembangkan fitur mobile secara mandiri di masa depan.

Dampak Positif: Menurunkan Hambatan bagi Mahasiswa Pemula

Hasil dari implementasi Mobile SQL PLAS ini terbukti memberikan dampak yang signifikan. Dalam fase uji coba implementasi, aplikasi ini digunakan secara langsung oleh para mahasiswa pemula yang sedang mengambil mata kuliah pemrograman database.

Antarmuka aplikasi yang ramah pengguna (user-friendly) dan dirancang khusus untuk layar ponsel membuat mahasiswa merasa lebih nyaman. Hambatan psikologis untuk mulai berlatih coding—yang seringkali dirasakan oleh pemula ketika menghadapi layar komputer yang kompleks—berhasil diturunkan secara drastis.

Evaluasi yang dilakukan setelah masa uji coba menunjukkan adanya peningkatan frekuensi latihan secara mandiri oleh mahasiswa. Kenyamanan mengakses latihan soal SQL dari layar smartphone mendorong mereka untuk lebih sering berinteraksi dengan materi perkuliahan, yang pada akhirnya mempercepat penguasaan konsep-konsep dasar database.

Mempererat Sinergi Akademik Indonesia dan Jepang

Keberhasilan proyek Mobile SQL PLAS ini menjadi bukti nyata bahwa akademisi Indonesia mampu berkontribusi secara signifikan di kancah global, bahkan di negara yang dikenal sebagai salah satu raksasa teknologi dunia seperti Jepang.

Program ini tidak hanya menghasilkan luaran fisik berupa aplikasi pendidikan yang fungsional, tetapi juga berhasil menguatkan jejaring kolaborasi akademik antara Indonesia dan Jepang. Ke depannya, inovasi ini diharapkan tidak berhenti pada bahasa pemrograman SQL saja, melainkan dapat diekspansi untuk mendukung pembelajaran bahasa pemrograman lain seperti Python, C++, atau Java, serta diintegrasikan dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk memberikan umpan balik koreksi coding secara seketika (real-time).

Melalui langkah kecil di Okayama University ini, Indonesia kembali menorehkan jejaknya dalam memajukan teknologi pendidikan global, membuktikan bahwa kolaborasi tanpa batas adalah kunci untuk menciptakan masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh siapa saja.                                                                                                         

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

                                                                                                                                                                                                                                                                                       

wartawan
KSM
Category

OJK Buka Jalan Demutualisasi Bursa Efek, Kepemilikan Saham Dibatasi 5 Persen

balitribune.co.id | Jakarta - Struktur kepemilikan Bursa Efek di Indonesia memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek (POJK 13 Tahun 2026), yang menjadi dasar hukum pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek.

Regulasi tersebut berlaku sejak diundangkan pada 17 September 2026. OJK menjelaskan penerbitan aturan itu melalui siaran pers, Senin (21/9/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

APBD Buleleng Defisit Rp200 Miliar, Pembangunan RSUD Dibiayai Lewat Pinjaman Daerah

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan skema pembiayaan melalui pinjaman daerah untuk mendukung revitalisasi dan pemenuhan sarana prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Kebijakan tersebut berdampak pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diproyeksikan mengalami defisit lebih dari Rp200 miliar.

Baca Selengkapnya icon click

Antisipasi Banjir, Sedimentasi di Tukad Mati Kembali Dikeruk

balitribune.co.id |  Denpasar - Bencana banjir bandang yang terjadi tahun lalu, belantaran Tukad Mati Denpasar yang terparah. Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melakukan pengerukan sedimentasi di alur Tukad Mati, Jalan Pura Demak I, Pemecuta kelod, Selasa (22/9/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perajin Pelinggih Keluhkan Penurunan Kualitas Bahan Batu Alam

balitribune.co.id | Bangli - Perajin batu alam di Kabupaten Bangli saat ini kerap menerima permintaan pesanan dari kalangan rumahtangga, akomodasi wisata dan pihak pengelola Pura. Batu alam yang dijadikan bahan untuk membuat Pelinggih atau bangunan suci umat Hindu Bali, ketersediaannya masih memadai namun terjadi penurunan kualitas batu alam. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.