Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kapal Tanker Pertamina Diduga Bocor, Bencana Lingkungan Mengintai

kapal tanker
Bali Tribune / MIRING - Kondisinya Kapal Cintantomas yang sebelumnya terlihat miring, dikhawatirkan muatan limbah B3 didalamya tumpah mencemari laut sekitar

balitribune.co.id | Singaraja – Kondisi kapal tanker Floating Storage Ofloading (KSO) Cinta Natomas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang sedang tambat di Pelabuhan Celukan Bawang semakin mengkhawatirkan. Kapal yang memuat limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) akibat endapan minyak mentah itu diduga mengalami kebocoran. Terlihat sejumlah pekerja telah memasang alat penghalang terapung yang dirancang untuk membatasi dan mencegah penyebaran minyak di permukaan air (oil boom) sebagai antisipasi jika terjadi tumpahan limbah B3.

Kapal yang disewa oleh Pertaminan itu bersandar sejak tahun 2018 di dermaga curah cair dengan nilai aset miliaran terkesan ditelantarkan. Saat ini berstatus sewa tambat dengan pemilik fasilitas pelabuhan. Akibat lamanya bersandar didermaga curah cair, Pelindo diuntungkan secara bisnis karena mendapatkan sewa tambat selaku pemilik dermaga. Hanya saja kerugian yang ditimbulkan terancam menjadi bencana lingkungan akibat tumpahnya limbah B3 tersebut.

Sejumlah pekerja dilapangan menyebut rencananya dilakukan evakuasi terhadap limbah B3 dari dalam kapal Cinta Natomas, namun karena kondisi kapal sedang miring hal itu urung dilakukan. Kondisi kapal miring diduga akibat kebocoran dari lambung kapal akibat terjadi pergeseran muatan dari tangki lain melalui pipa-pipa klep yang kurang kedap sehingga minyak mengalir melalui pipa dan klep tersebut.

“Saat ini sedang dilakukan pekerjaan pemindahan minyak mentah yang sudah mengendap karena kondisi kapal terakhir terlihat miring, proses pemindahan sludge (endapan semi padat) dari tangki kiri ke sebelah kanan untuk menstabilkan kapal,” kata salah satu pekerja.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang Taufikur Rahaman mengatakan, rencana pemilik kapal untuk memindahkan muatan berupa limbah B3 saat ini gagal dilakukan karena kapal dalam kondisi miring. 

“Saat ini sedang dilakukan pekerjaan menstabilkan kapal kembali agar berada dalam posisi seimbang. Setelah itu baru muatan kapal akan evakuasi,” kata Taufikur Rahman, Kamis (31/7).

Menurut Taufikur Rahman, awalnya sejumlah pekerja dari pemilik kapal akan melakukan pembongkaran muatan. Dan mereka sudah diingatkan bahwa kapal harus memenuhi aspek teknis tertentu dengan tidak mengabaikan keselamatan orang yang bekerja di atas kapal, baik ABK itu sendiri maupun para pekerja selama proses tank cleaning berlangsung. 

Ditambahkan, pihak KSOP sudah berulang kali mengingatkan bahwa pekerjaan memindahkan limbah B3 tersebut sangat rentan terhadap bahaya pencemaran lingkungan karena muatan yang ada didalamnya adalah kategori muatan barang berbahaya.

“Tupoksi kami di KSOP selain sebagai pengawasan dan keselamatan pelayaran juga sebagai pengawasan perlindungan lingkungan maritim di wilayah kerjanya. KSOP sudah mengingatkan tentang kewajiban pemenuhan aspek teknis tersebut kepada pemilik kapal,” imbuh Taufikur Rahman.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng I Gede Putra Aryana mengatakan, pihaknya sudah melakukan monitoring atas kondisi Kapal Cinta Natomas yang memuat limbah B3 tersebut. Bahkan, setiap tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh pemilik kapal maupun pihak Pelabauhan Celukan Bawang sudah dilaporkan secara berjenjang.

“Kami di DLH Buleleng tetap monitor, setiap tahapan pekerjaannya akan dilaporkan ke pihak terkait termasuk Dinas Lingkungan Hidup Provinsi maupun ke Pudal LH Bali Nusra,” tandasnya. 

Sebelumnya, Kapal Tuban Marine Terminal bernama lambung FSO Cinta Natomas sedang tambat di dermaga LNG Pelabuhan Celukan Bawang, Gerokgak sandar sejak tahun 2018 dan memuat sebanyak 105 barel minyak mentah. Kapal tanker buatan tahun 1972 itu sudah 7 tahun bersandar di dermaga Pelabuhan Celukan Bawang.

Konon kapal tersebut saat ini sedang diproses usulan Kementerian Keuangan RI untuk dilakukan penghapusan. Kapal tanker dengan nilai aset miliaran itu nyaris tanpa aktivitas selama tujuh tahun berisi 10 anak buah kapal termasuk didalamnya nakhoda.
 

wartawan
CHA
Category

Proyek PPN Pengambengan Resmi Dimulai

balitribune.co.id | Negara - Proyek penataan dan pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan resmi memasuki tahap konstruksi fisik. 

Proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Market (IFP-IFM) Phase-I senilai Rp1,276 triliun ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Wahyu Sakti Trenggono, Selasa (29/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Made Westra Resmi Gantikan Suadi Putra di DPRD Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - DPRD Kota Denpasar menggelar Rapat Paripurna Istimewa Peresmian Pengucapan Sumpah/Janji Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kota Denpasar sisa masa jabatan 2024-2029 di Ruang Sidang DPRD setempat, Selasa (29/9/2026). 

Dalam sidang tersebut, I Made Westra resmi dilantik menggantikan I Wayan Suadi Putra yang sebelumnya mengajukan pengunduran diri.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

18 Ekor Ular King Kobra Teror Permukiman Warga Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan – Sebanyak 18 ekor ular king kobra meneror kawasan permukiman warga di Kabupaten Tabanan dalam kurun tiga bulan terakhir. Seluruh ular berbisa mematikan tersebut berhasil dievakuasi oleh Yayasan Reptil Asih Tabanan di tengah lonjakan pergerakan satwa akibat siklus musim kawin.

Baca Selengkapnya icon click

Tabrak Pohon, Sopir Alami Luka Robek di Wajah

balitribune.co.id | Tabanan – Pengemudi mobil pikap, Sudiyo (58), pingsan dan mengalami luka robek parah pada bagian wajah usai kendaraannya menabrak pohon perindang di Jalur Denpasar-Gilimanuk pada Selasa (29/9/2026). Peristiwa kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita tepatnya di lingkungan Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Beringin Ratusan Tahun Tumbang, Hancurkan Pura Dukuh Banjar Pucangan

balitribune.co.id | Bangli - Cuaca ekstrim berupa angin kencang yang menerjang Bangli selama sepekan terakhir kembali memicu sejumlah bencana bencana. Kali ini, pohon beringin berusia ratusan tahun di Pura Dukuh, Banjar Dinas Pucangan, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, roboh dan menghantam bangunan pura hingga menimbulkan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.