Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Langit Buleleng Tampak Kelabu, BBMKG Sebut Awan Altostratus Jadi Pemicu

Langit kelabu
Bali Tribune / KELABU - Salah satu hasil jepretan warga terkait kondisi matahari pagi hari, Selasa (27/10/2026) yang di unggah dilaman facebooknya. (IST)

balitribune.co.id | Singaraja - Langit Kabupaten Buleleng yang tampak buram dan keabu-abuan beberapa hari terakhir menjadi perhatian masyarakat. Meski matahari terasa terik, cahaya matahari terlihat tidak seterang biasanya. 

Pada malam hari, bulan pun tampak samar meski berada dalam fase purnama. Kondisi tersebut sempat memunculkan pertanyaan warga, termasuk di media sosial. Sebagian masyarakat menduga langit terselimuti kabut tipis, tetapi hasil pengamatan cuaca menunjukkan adanya tutupan awan menengah jenis altostratus.

Ketua Tim Kerja Operasional Meteorologi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Wayan Musteana, menjelaskan berdasarkan observasi Stasiun Klimatologi Bali, seluruh bagian langit pada saat pengamatan tertutup awan altostratus. Awan tersebut membentuk lapisan luas yang menutupi sebagian besar hingga seluruh langit. Tutupan yang merata dapat membuat langit terlihat kelabu karena mengurangi intensitas cahaya matahari yang mencapai permukaan bumi. Kondisi ini juga dapat menyebabkan bulan terlihat kurang jelas pada malam hari.

Musteana menambahkan, berdasarkan citra satelit sebaran asap di wilayah Indonesia, tidak terdeteksi adanya asap di wilayah Bali saat pengamatan dilakukan. Dengan demikian, tampilan langit yang buram tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kabut asap. Selain kondisi awan setempat, dinamika atmosfer berskala luas turut memengaruhi cuaca di Indonesia.  Menurut Musteana, wilayah Indonesia saat ini berada di bawah pengaruh El Niño yang kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena iklim tersebut dapat memengaruhi pola hujan dan pertumbuhan awan. Kondisi itu cenderung menekan pembentukan awan hujan. Namun, penampakan langit di setiap wilayah tidak selalu sama karena turut dipengaruhi faktor regional dan lokal. “Kendati demikian, selain faktor global, pertumbuhan awan di Indonesia juga disebabkan oleh faktor regional dan faktor lokal,” ujar Musteana saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, faktor regional mencakup aktivitas monsun, gelombang atmosfer, serta posisi daerah tekanan rendah. Sementara itu, faktor lokal berkaitan dengan labilitas udara dan tutupan awan di suatu wilayah. Perpaduan berbagai faktor tersebut membuat kondisi langit dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, pengamatan cuaca di wilayah setempat menjadi acuan penting untuk menjelaskan fenomena yang terlihat oleh masyarakat.

Musteana menyebut kondisi cuaca berawan tersebut masih berpotensi berlangsung hingga tiga hari ke depan. Masyarakat pun diharapkan memahami bahwa langit yang tampak buram tidak selalu disebabkan oleh asap atau kabut, tetapi dapat berkaitan dengan jenis dan ketebalan awan yang menutupi atmosfer. “Kondisi cuaca berawan ini masih berpotensi akan berlangsung hingga 3 hari kedepan,” tandas Musteana. 

wartawan
CHA
Category

Pedagang Pasar Lokitasari Keluhkan Pemasangan Rolling Door, Pengelola Tegaskan Sudah Berizin

balitribune.co.id | Denpasar - Sejumlah pedagang di Pertokoan Lokitasari, Jalan Thamrin, Denpasar, menyampaikan keberatan atas pemasangan rolling door di lantai dua yang berlokasi persis di depan tangga naik. Pihak pengelola pasar menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan fasilitas umum (fasum) dan telah mengantongi izin resmi.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Final Battle HMC 2026 di Ambarawa Sukses Lahirkan Modifikator Terbaik

balitribune.co.id | Semarang - Puncak ajang kreativitas modifikasi Honda Modif Contest (HMC) 2026 sukses menghadirkan puluhan karya modifikator terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia. Mengusung tema #RideCreation, HMC menjadi wadah bagi ribuan karya modifikasi yang sebelumnya ditampilkan di sembilan kota.

Baca Selengkapnya icon click

Ngopi Bareng, BRI dan Pegadaian Cari Peluang Bisnis Baru di Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Secangkir kopi menjadi pembuka obrolan antara BRI Region 17 Denpasar dan Pegadaian Kanwil VII Denpasar dalam kegiatan Coffee Morning BRI Region 17 Denpasar dengan Pegadaian Kanwil VII Denpasar beberapa waktu lalu. Bukan sekadar bersilaturahmi, pertemuan ini menjadi momentum bagi kedua perusahaan untuk membahas berbagai peluang kolaborasi sekaligus memperkuat ekosistem bisnis di Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kantongi Izin Lengkap, The Kayon Gangga Resort Siap Grand Opening 2027

balitribune.co.id | Amlapura - Kepada para awak media dalam diskusi santai pada Senin (26/10/2026), Corporate Marketing Manager The Kayon Hotels & Resorts, Ariska Paramitha, menyebutkan saat ini The Kayon Gangga Resort Karangasem masih dalam tahap uji coba (soft opening). Kendati demikian, pihak manajemen memastikan seluruh perizinan hotel sudah lengkap.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Meriahkan Festival Sumerta, Honda Hadirkan Layanan Servis Gratis untuk Warga

balitribune.co.id | Denpasar – Semarak Festival Seni dan Budaya Kelurahan Sumerta, “Jelajah Pesona Sumerta Sesi 2”, semakin terasa dengan hadirnya layanan servis gratis Honda pada 23–24 Oktober 2026. Mengusung semangat “Semeton Satu Hati”, kegiatan ini memadukan kepedulian terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat dengan dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya Bali.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.