Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mengapa ASN, TNI, dan Polri Harus Jadi Garda Terdepan Tertib Pajak?

pajak
Bali Tribune / A.S. Bayu Aji - Penyuluh Pajak Kanwil DJP Bali. Tulisan ini merupakan opini pribadi dan tidak mencerminkan pandangan institusi mana pun

balitribune.co.id | Tahun 2026 menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia perpajakan Indonesia. Jika sebelumnya kita akrab dengan situs DJP Online yang terkadang membuat kening berkerut di akhir bulan Maret, kini pemerintah telah resmi mengoperasikan Coretax. Bagi rekan-rekan Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri, kehadiran sistem baru ini bukan sekadar pergantian tampilan situs web, melainkan sebuah revolusi cara kita berinteraksi dengan negara sebagai wajib pajak.

Namun, di tengah perubahan ini, masih banyak bisik-bisik di ruang kantor atau markas: "Gaji saya kan sudah dipotong bersih, kenapa harus repot lapor lagi, sih?" atau "Mengapa lagi sih pelaporan pajak tahunan pindah ke Coretax, sebelumnya kan sudah berjalan lancar?" Agar pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Anda tahun ini berjalan mulus tanpa drama, yuk kita bedah tuntas.

Filosofi di Balik "Repotnya" Melapor

Sebelumnya, kita luruskan satu hal mendasar: Mengapa kita harus melapor meski pajak sudah dipotong oleh bendahara? Perlu diketahui bahwa system perpajakan Indonesia menganut sistem Self Assessment. Ini adalah bentuk penghormatan negara kepada warga negaranya. Negara tidak bersikap otoriter dengan menentukan sendiri berapa pajak Anda, melainkan memberi kepercayaan kepada Anda untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri.

Bagi ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri, pelaporan ini menjadi jauh lebih krusial. Mengapa? Karena penghasilan mereka berasal dari APBN—yang notabene bersumber dari pajak masyarakat. Pajaknya ditanggung oleh pemerintah (DTP). Maka, melaporkan SPT Tahunan PPh adalah cara kita menunjukkan akuntabilitas dan transparansi. Kita bukan hanya penerima manfaat dari negara, tapi juga teladan yang menunjukkan bahwa setiap rupiah yang kita terima telah dipertanggungjawabkan pajaknya secara sah.

Coretax: Smartphone-nya Dunia Perpajakan

Jika sistem lama diibaratkan sebagai ponsel fitur yang hanya bisa telepon dan SMS, maka Coretax adalah smartphone tercanggih saat ini. Sistem ini mengintegrasikan berbagai layanan perpajakan ke dalam satu pintu yang jauh lebih cerdas. Salah satu fitur yang menjadi primadona bagi ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri adalah Pre-populated Data.

Di masa lalu, kita harus menyalin angka dari lembar kertas Bukti Potong A2 ke kolom-kolom di layar komputer secara manual. Salah ketik satu angka nol saja bisa berakibat SPT kita berstatus "Kurang Bayar" atau justru "Lebih Bayar" yang memicu penelitian atau pemeriksaan. Di sistem Coretax, jika Bendahara Instansi Anda sudah melaporkan data penghasilan dan perhitungan pajaknya ke Coretax, maka saat Anda login, angka-angka tersebut sudah duduk manis di kolom yang tepat. Anda hanya perlu memvalidasi: "Apakah angka ini benar?" Jika ya, klik setuju. Jika tidak, tinggal hapus saja. Simpel. Sesimpel perkalian 4 kali 4 sama dengan enam belas.

Langkah-Langkah Menaklukkan Coretax

Bagi Anda yang baru akan memulai pelaporan pajak tahun ini, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan agar tidak terjebak dalam kebingungan teknis:

  1. Aktivasi Akun dan Kode Otorisasi.

Langkah pertama adalah memastikan akun Anda sudah teraktivasi di sistem Coretax. Lakukan perubahan kata sandi untuk dapat akses ke akun Coretax. Yang menarik, Coretax kini menggunakan Kode Otorisasi digital sebagai pengganti tanda tangan basah. Ini memastikan bahwa SPT yang dilaporkan benar-benar dilakukan oleh Anda, bukan orang lain yang menyalahgunakan data Anda.

  1. Pemutakhiran Profil dan Data Keluarga 

Jangan langsung melompat ke angka penghasilan. Cek dulu profil Anda. Di Coretax, integrasi dengan data NIK (KTP) sudah semakin kuat. Pastikan data keluarga di kolom Daftar Unit Keluarga (DUK) sudah sesuai. Ingat, status PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) sangat bergantung pada jumlah tanggungan yang terdaftar pada awal tahun. Jika tahun lalu Anda baru saja dikaruniai anggota keluarga baru, pastikan data ini diperbarui agar perhitungan pajaknya akurat.

  1. Urusan Harta dan Utang yang Sering Terlupa 

Ini adalah bagian yang paling sering membuat orang merasa "malas". Padahal, di Coretax, data harta tahun sebelumnya sudah dimigrasikan secara otomatis. Anda hanya perlu melakukan pemutakhiran (update). Jika Anda baru mengambil cicilan motor atau rumah (KPR), masukkan data utangnya. Mengapa utang perlu dilaporkan? Karena utang adalah jawaban legal atas pertanyaan: "Bagaimana Anda bisa membeli aset baru dengan gaji saat ini?" Melaporkan utang justru melindungi Anda dari kecurigaan administratif.

Suami-Istri Sama-Sama Abdi Negara? Ini Rumusnya!

Sering terjadi kebingungan ketika suami dan istri keduanya bekerja sebagai ASN atau anggota TNI/Polri. Perlu diingat, dalam hukum pajak Indonesia, keluarga dianggap sebagai satu kesatuan ekonomi. Penghasilan istri digabung dengan penghasilan suami. Kecuali, apabila penghasilan istri berasal dari satu pemberi kerja, maka penghasilan tersebut tidak perlu digabung dengan penghasilan suami untuk menghitung pajak penghasilannya. Pajaknya sudah dianggap final.

Artinya, penghasilan istri tetap dilaporkan dalam SPT suami, namun dimasukkan ke lampiran "Penghasilan yang dikenakan pajak final". Hasilnya? Pajak suami tidak akan membengkak, dan administrasi keluarga Anda tetap rapi di mata negara.

Peran Penting Bendahara Satker

Kecepatan anggota TNI, Polri, dan ASN dalam melapor SPT Tahunan sangat bergantung pada "lampu hijau" dari Bendahara Pengeluaran atau Bendahara Gaji. Jika bendahara menunda membuat Bukti Potong A2 melalui Coretax, maka fitur otomatis di Coretax tidak akan muncul di akun Coretax para pegawai. Oleh karena itu, kolaborasi antara pimpinan instansi dan bendahara sangat diperlukan untuk memastikan bukti potong terbit lebih awal.

Target 28 Februari: Mengapa Lebih Cepat Lebih Baik?

Meskipun batas akhir pelaporan secara undang-undang adalah 31 Maret, namun Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) membuat surat edaran kepada seluruh ASN, TNI dan Polri untuk menyelesaikan SPT Tahunan PPh paling lambat 28 Februari. Ada tiga alasan utama:

Ketenangan Bekerja: Setelah SPT lapor, satu beban administrasi tahunan selesai. Anda bisa kembali fokus pada tugas pelayanan publik dan pengamanan negara tanpa distraksi.

Menghindari Trafik Tinggi: Bayangkan jutaan orang mengakses sistem Coretax di tanggal 31 Maret secara bersamaan. Meskipun sistem sudah canggih, risiko down tetap ada. Melapor di Februari ibarat berkendara di jalan tol yang masih lengang.

Integritas Institusi: Institusi yang pegawainya lapor 100% lebih awal akan mendapatkan apresiasi dan citra positif sebagai lembaga yang patuh hukum.

Kesimpulan

Perubahan sistem menuju Coretax di tahun 2026 ini adalah langkah besar Indonesia menuju administrasi negara yang modern dan transparan. ASN, TNI, dan Polri, bukan hanya objek pajak, melainkan subjek yang ikut menentukan keberhasilan transisi ini.

Jangan takut dengan sistem baru. Luangkan waktu 15 menit di sela waktu istirahat, siapkan Bukti Potong A2, buka ponsel, tab, atau laptop, dan tuntaskan kewajiban Anda. Coretax hadir untuk memudahkan, bukan menyulitkan. Dengan lapor lebih awal, kita membuktikan bahwa dedikasi kita kepada bangsa tidak hanya dilakukan di lapangan, tapi juga melalui ketaatan administratif yang luar biasa.

Sudahkah Anda lapor SPT hari ini? Mari tuntaskan sebelum Februari berakhir!

Masih Binggung? Datangi Kantor Pajak terdekat! Kami dampingi hingga berhasil.

wartawan
RED
Category

Dishub Jaring 5 Kendaraan Tak Laik di Terminal Pesiapan

balitribune.co.id I Tabanan - Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan menjaring lima angkutan barang yang tidak memenuhi syarat laik jalan dalam kegiatan ramp check di Terminal Pesiapan pada Senin (23/2/2026). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan keamanan armada angkutan menjelang arus mudik hari raya besar. Baik armada angkutan barang atau orang.

Baca Selengkapnya icon click

PH Pura Dalam Balangan: Made Daging Satukan Tiga Alas Hak Tanah Pura Balangan Berbeda dengan Cara "Gulung Karpet"

balitribune.co.id | Denpasar - Penasehat Hukum (PH) Pengempon Pura Dalam Balangan, Harmaini Idris Hasibuan, SH mengatakan, telah mengingatkan tersangka oknum eks Kanwil BPN Provinsi Bali, I Made Daging, A.Ptnh, SH, MH sebelum melakukan pengukuran tanah Pura Dalam Balangan dengan cara “Gulung Karpet” pada 5 Agustus 2020, bahwa berdasarkan data spasial yang ada dalam aplikasi Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP) Kementerian Agraria, bidang tanah yang d

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sidang Kasus Penembakan di Villa Casa Santisya Munggu, Anak Korban Minta Keadilan

balitribune.co.id I Denpasar - Suasana haru menyelimuti persidangan kasus penembakan di vila Munggu dengan agenda duplik di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (23/2/2026). Anak ketiga dari korban tewas Zivan Radmanovic, remaja berusia 13 tahun hadir langsung membacakan surat terbuka yang menyentuh hati di hadapan Majelis Hakim.

Baca Selengkapnya icon click

Gubernur Koster Sebut Pemerintah Wajib Fasilitasi Kebutuhan Sulinggih

balitribune.co.id I Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan keberadaan para Sulinggih merupakan bagian penting yang juga wajib mendapat perhatian dari pemerintah. Mengingat mereka memiliki tugas dan tanggung jawab  cukup berat di bidang ritual, dalam menjaga kedamaian dan keselamatan Bali secara niskala. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bangunan Bak Istana di Desa Penyaringan Viral di Media Sosial, Kuasa Hukum Datangi Satpol PP Jembrana

balitribune.co.id I Negara - Pasca viralnya video sidak Satpol PP Kabupaten Jembrana ke salah satu bangunan megah di Desa Penyaringan Mendoyo, Jumat (20/2/2026) lalu, kuasa hukum pemilik bangunan mendatangi kantor Satpol PP Kabupaten Jembrana, Senin (23/2/2026) siang. Namun sayangnya tidak banyak informasi yang didapat dari kuasa hukum pemilik bangunan tersebut. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.