Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mitra10 Buka Cabang ke-58 di Bali, Usung Konsep One Stop Home Living

bangunan
Bali Tribune / GM Markom Mitra10, Erick Koswara

balitribune.co.id | Denpasar - Perkembangan sektor properti dan pariwisata di Bali mendorong kebutuhan akan bahan bangunan dan perlengkapan rumah yang semakin beragam. Melihat tren tersebut, Mitra10 kembali memperluas jaringan ritelnya dengan membuka cabang baru di kawasan Imam Bonjol, Denpasar, Rabu (13/6/2026)

Pembukaan ini dihadiri para petinggi Mitra10, menandai toko ke-58 Mitra10 secara nasional sekaligus memperkuat kehadiran mereka di Pulau Dewata menjadi tiga cabang, setelah sebelumnya hadir di Ngurah Rai dan Gatot Subroto. Cabang baru ini berdiri di atas area penjualan seluas 5.000 meter persegi.

Selaku GM Markom Mitra10, Erick Koswara, disela acara menyebut Bali masih menjadi pasar potensial, khususnya untuk kebutuhan renovasi rumah dan pembangunan area komersial. Pertumbuhan sektor pariwisata dinilai ikut mendorong tingginya permintaan, baik dari konsumen individu maupun pelaku usaha.

“Bali masih sangat membutuhkan produk renovasi, baik untuk hunian maupun sektor komersial. Kami melihat tren pembangunan di sini terus berkembang,” ujar Erick.

Dijelaskan, idak hanya menambah jaringan, Mitra10 juga membawa konsep baru pada cabang ketiganya di Bali. Jika sebelumnya identik sebagai supermarket bahan bangunan, kini Mitra10 menghadirkan konsep yang lebih lengkap dengan menyasar kebutuhan home living.

Selain menyediakan material dasar seperti lantai, dinding, dan atap, toko ini juga dilengkapi dengan berbagai perlengkapan rumah tangga, mulai dari kebutuhan dapur, ruang tamu, hingga produk elektronik. Dengan konsep ini, Mitra10 ingin menjadi destinasi belanja terpadu untuk kebutuhan hunian.

Perubahan konsep tersebut juga mengikuti tren industri bahan bangunan yang terus berkembang, baik dari sisi desain, warna, hingga motif. Mitra10 saat ini menggandeng sekitar 600 vendor, baik lokal maupun internasional, dengan total 12 kategori produk yang ditawarkan.

Dari sisi pasar, Bali disebut sebagai salah satu kontributor penjualan terbesar bagi Mitra10 dalam dua tahun terakhir. Tingginya aktivitas pembangunan dan pertumbuhan sektor pariwisata menjadi faktor utama yang mendorong kinerja tersebut.

“Kontribusi Bali sangat besar, terutama dari sektor komersial yang berkaitan dengan pariwisata,” ungkapnya.

Dengan pembukaan cabang baru ini, Mitra10 berharap dapat semakin memudahkan pelanggan dalam mendapatkan produk yang lengkap, harga kompetitif, serta pengalaman berbelanja yang lebih nyaman.

Secara nasional, ekspansi Mitra10 juga dilakukan dengan membuka cabang baru di Makassar, tepatnya di Perintis Kemerdekaan. Cabang ini menjadi toko ke-59 dengan luas area 1.500 meter persegi, sekaligus cabang kedua di kota tersebut setelah Talassa City.

Langkah ekspansi ini sejalan dengan kinerja induk usaha, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk, yang mencatat segmen ritel berkontribusi sekitar 40 persen terhadap total pendapatan konsolidasi pada kuartal I-2026, dengan nilai mencapai Rp4,19 triliun.

Melalui anak usahanya, PT Catur Mitra Sejati Sentosa, perusahaan menargetkan ekspansi hingga mencapai 100 cabang Mitra10 pada 2030.

Dengan strategi tersebut, Mitra10 optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama ritel bahan bangunan di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur yang terus menunjukkan pertumbuhan.

wartawan
ARW
Category

Imbas Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pergerakan Wisatawan Domestik Terganggu

balitribune.co.id I Badung - Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, berdampak pada pergerakan wisatawan domestik dari sejumlah daerah di Indonesia ke Bali. Pasalnya, sejak Minggu (6/9/2026), operasional penerbangan sejumlah bandara di Tanah Air ditutup sementara imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Inflasi Bali Perlu Diwaspadai, Rantai Pasokan dan Logistik Harus Diperkuat

balitribune.co.id | Denpasar - Tekanan inflasi di Bali memasuki fase yang perlu mendapat perhatian serius menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali diminta memperkuat pengawasan terhadap pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga perkembangan biaya transportasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.