balitribune.co.id | Denpasar - Seorang pria berinisial YAH (24) menjadi korban pengeroyokan oleh dua pria di kawasan Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Bali. Kedua pelaku yang awalnya berpura-pura meminta pertolongan itu juga merampas motor pemuda berusia 24 tahun itu. Kini, polisi sedang memburu para pelaku.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.40 Wita pada Senin (8/6/2026). Menurutnya, korban baru melaporkan kejadian itu ke Polsek Denpasar Timur sekitar pukul 11.45 Wita.
"Korban saat itu mengendarai sepeda motor Honda GL warna hitam milik rekannya usai bermain biliar di kawasan Jalan Tukad Batanghari. Dalam perjalanan, korban dihampiri dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario," ujar Adi dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Berdasarkan laporan polisi, korban dan kedua pelaku sama-sama berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadian bermula ketika pelaku meminta bantuan sehingga korban menghentikan kendaraannya saat melintas di Jalan Cok Agung Tresna. Namun, situasi berubah ketika salah satu pelaku menarik kerah baju korban hingga terjadi perlawanan. Pelaku kemudian kembali mengejar korban, melompat, lalu menendang korban hingga terjatuh.
Kedua pelaku lantas memukul dan menendang korban. Tak lama kemudian, beberapa orang yang diduga teman pelaku datang mengejar korban dan temannya. Saat itulah para pelaku membawa kabur sepeda motor korban. Pelaku mengendarai motor Honda GL warna hitam itu ke arah Jalan Moh Yamin menuju selatan.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lecet dan bengkak pada mata kanan, bengkak pada rusuk kiri akibat tendangan, serta luka lecet pada siku tangan kanan. Korban juga mengalami kerugian materiel sekitar Rp 17 juta.
"Polsek Denpasar Timur telah menerima laporan terkait dugaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah Renon. Saat ini personel masih melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi para pelaku," imbuh Adi.
Adi mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas pada malam hingga dini hari. Ia juga mengingatkan warga untuk tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal dengan alasan meminta bantuan.