Mudarta ‘Dikeroyok’ Tiga Kandidat di Musda Demokrat | Bali Tribune
Diposting : 11 May 2016 15:10
San Edison - Bali Tribune
demokrat
KANDIDAT - Tiga kandidat ketua DPD Partai Demokrat Bali bersama tujuh DPC Partai Demokrat Kabupaten dan Kota usai pertemuan di Denpasar, Selasa (10/5).

Denpasar, Bali Tribune

Spekulasi bahwa calon petahana Made Mudarta akan tampil sebagai kandidat tunggal dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Provinsi Bali, tanggal 15-16 Mei mendatang, akhirnya terbantahkan. Pasalnya selain Mudarta, sudah ada tiga nama lain yang juga sudah mendaftarkan diri sebagai calon ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali dan siap ‘mengeroyok’ Mudarta.

Ketiga kader tersebut masing-masing adalah Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Putu ‘Leong’ Sudiartana, Wakil Sekjend DPP Partai Demokrat Putu Supadma Rudana, dan Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Nengah Tamba. Jika Mudarta memilih mendaftar di DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, maka baik Putu Leong, Putu Rudana maupun Tamba justru mendaftarkan diri di DPP Partai Demokrat.

“Kami bertiga sudah mendaftar sebagai calon ketua DPD Partai Demokrat Bali. Dan kami mendaftar di DPP Partai Demokrat,” kata Putu Leong, yang didampingi Putu Rudana dan Tamba, usai menghadiri undangan tujuh (7) DPC Partai Demokrat, di Denpasar, Selasa (10/5).

Menurut dia, khusus masalah pendaftaran calon, tidak masalah jika mendaftar di daerah ataupun di pusat. Sebab, substansinya bukan sekedar mendaftar, namun minimal mendapat dukungan DPC Partai Demokrat selaku pemegang hak suara di Musda. Hanya saja, dukungan DPC saja belum cukup. Sebab, masih ada banyak persyaratan yang akan diverifikasi kembali oleh DPP Partai Demokrat melalui BPOKK.

“Kami berempat mungkin sudah mendaftar, dengan menyertakan dukungan DPC tentunya. Tetapi akan ada mekanisme yang dipakai oleh BPOKK, sebelum memutuskan kami layak untuk bertarung di arena Musda nanti,” ujar Putu Leong, yang sudah mengantongi dukungan resmi dari 7 DPC Partai Demokrat Kabupaten/ Kota di Bali.

Ia sendiri sejauh ini belum memutuskan sikap politiknya terkait dukungan ke-7 DPC ini. “Saya siap ditugaskan di mana saja, sepanjang untuk membesarkan Partai Demokrat. Tetapi kalau saya harus memilih, maka saya lebih memilih anggota DPR RI. Karena jadi ketua DPD, harus stand by di Bali,” kata anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu.

Hal tak jauh berbeda juga dilontarkan Nengah Tamba dan Putu Rudana, pada kesempatan yang sama. Keduanya mengaku telah mendaftar sebagai calon ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, dan bersama Putu Leong siap menghadapi incumbent Made Mudarta. “Kami tiga sudah daftar di DPP. Kami sudah siap berkompetisi,” tutur Tamba, yang juga Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali.

“Khusus terkait pencalonan, ini adalah hajatan DPP Partai Demokrat, yang ditangani oleh BPOKK. Jadi bisa daftar di DPP, bisa juga di DPD. Siapapun yang mendaftar, nantinya akan diverifikasi oleh BPOKK, sebelum ditetapkan sebagai calon ketua,” imbuh Putu Rudana.

Lantas apakah dalam pertemuan ini antara Putu Leong, Putu Rudana dan Nengah Tamba bersama ke-7 DPC sudah berkompromi untuk menjungkalkan calon petahana Made Mudarta? Ditanya demikian, Putu Rudana hanya menjawab diplomatis.

“Kita harus bersepakat, bahwa ketua terpilih harus didukung oleh pemilik suara dalam hal ini DPC. Ini momentum untuk satukan kekuatan. Kalau bisa, ketua dipilih melalui musyarawah mufakat, tanpa ada ego masing-masing. Semua bersama-sama berpikir untuk Partai Demokrat yang lebih baik ke depan,” pungkas Rudana.