balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.
Merespons kondisi tersebut, Tim Gabungan dari Kelurahan, TNI dan Polri bergerak cepat menggelar aksi bersih-bersih massal pada Senin (23/3/2026). Fokus utama penyisiran adalah sampah plastik yang mendominasi area vital pelabuhan dan permukiman warga.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengungkapkan bahwa volume sampah yang berhasil dievakuasi sangat fantastis.
"Sampah yang terkumpul diangkut menggunakan truk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan total mencapai 4,5 ton," ungkapnya saat dikonfirmasi.
Meski jalur protokol dan sebagian besar gang telah dibersihkan, Tony mengakui bahwa operasi ini belum sepenuhnya tuntas. Beberapa titik seperti Gang 1, 3, dan 4 di wilayah Jineng Agung dilaporkan masih memerlukan penanganan lebih lanjut.
Upaya normalisasi wajah Gilimanuk ini pun bukan tanpa hambatan. Pihak kelurahan saat ini tengah berkejaran dengan waktu di tengah keterbatasan fasilitas.
"Kendala utama kami adalah keterbatasan jumlah truk sampah serta personel yang sebagian besar masih menjalani cuti hari raya," pungkas Tony.
Aksi kerja bakti ini diharapkan dapat segera memulihkan estetika dan kebersihan Gilimanuk sebagai etalase pertama bagi wisatawan yang memasuki Pulau Dewata via jalur darat.