balitribune.co.id | Negara - Para pengendara yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa maupun yang masuk Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk tidak bisa lagi membayar retribusi (tiket) secara manual. Untuk membayar retribusi di Terminal Manuver maupun Terminal Gilimanuk kini menggunakan uang elektronil E-Money.
Sebagai pintu masuk utama logistik dan penumpang ke Pulau Bali, Terminal Gilimanuk memiliki potensi penerimaan daerah yang sangat besar bagi Kabupaten Jembrana. Sumber pendapatan asli daerah (PAD) di pintu gerbang Pulau Dewata ini adalah retribusi di Terminal Manuver maupun Terminal Gilimanuk. Pemungutan retribusi di kedua pintu ini yang selama ini dilakukan secara manual kini telah dialihkan ke sistem digital. Kini pembayaran retribusi bagi kendaraan yang melalui terminal tersebut wajib menggunakan kartu e-money atau kartu E-Toll.
Seusai pengumuman Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Jembrana Nomor 600/153/PUPRHUB/2026 tertanggal 18 Februari 2026, pemberlakukan penggunaan E-Money tersebut akan dimulai Senin (23/2/2026) yakni di pintu masuk Terminal Manuver bagi kendaraan yang akan keluar Pulau Bali ke Pulau Jawa dan di pintu keluar Terminal Gilimanuk bagi kendaraan yang akan masuk pulau Bali. Pengemudi yang melalui kedua pintu tersebut kini sudah diminta menyiapkan dan membaya kartu E-Money.
Bahkan sistem tolgate digital (retribusi digital ) untuk retribusi parkir manuver dan Terminal Gilimanuk sudah resmi diujicobakan pada Selasa (17/2/2026). Pengalihan pemungutan manual ke sistem digital ini memastikan setiap rupiah retribusi tercatat secara real-time dan langsung masuk ke kas daerah. Sistem tolgate otomatis ini dinilai akan meminimalkan interaksi tunai antara petugas dan pengguna jasa, sehingga menutup celah pungutan liar atau kesalahan pencatatan. Data transaksi juga terpantau secara langsung oleh pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana I Made Budiasa mengatakan dengan pengalihan ini memungkinkan proyeksi dan pengawasan anggaran yang lebih akurat. Ia menegaskan bahwa fokus utama dari transformasi ini adalah penguatan fiskal daerah melalui tata kelola yang bersih. Salah satu upayanya menurutnya adalah melalui upaya digitalisasi penerimaan daerah.
"Tujuan utama digitalisasi ini adalah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menciptakan sistem pengelolaan retribusi yang lebih tertib dan terintegrasi,” ujarnya.
Ia menyebut pengalihan retribusi manual menjadi digital di kedua titik retribusi daerah tersebut merupakan implementasi dari Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Dikatakannya, keberhasilan digitalisasi di Terminal Manuver dan Terminal Gilimanuk nantinya akan menjadi blueprint atau percontohan digitalisasi seluruh titik retribusi lain di Jembrana. Pihaknya mengaku optimis dapat meningkatkan kemandirian fiskal daerah sekaligus memberikan layanan publik yang lebih modern, efisien, dan terpercaya di era digital.
Pihaknya menyatakan penghematan operasional yang diperoleh dari pengalihan pemungutan retribusi manual ke digital tersebut akan bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Dengan sistem yang akuntabel, kita bisa memastikan seluruh potensi pendapatan daerah terserap maksimal untuk kepentingan masyarakat Jembrana. Digitalisasi memangkas birokrasi pemungutan, sehingga biaya operasional dapat ditekan dan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur publik lainnya," tandasnya.