Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Nasser Tolak Jabat Wasekum PSSI Bali

pssi
Nasser Fakhri Attamimy (kiri) dan Anom Prenatha (tengah) berpose bersama dalam satu kesempatan.

BALI TRIBUNE - Ketua Umum (Ketum) KONI Bali Ketut Suwandi memang sangat mengapresiasi kinerja Komite Pemilihan (KP) yang diketuai Anom Prenatha, khususnya dalam menyukseskan Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI Bali yang berjalan lancar, aman dan sangat demokratis hingga terpilihnya Ketut Suardana sebagai nahkoda baru (ketum) induk organisasi sepakbola Bali tersebut.

Bahkan Suwandi menilai, tata cara PSSI Bali bisa dijadikan pionir (contoh) bagi cabor-cabor lain anggota KONI Bali, khususnya saat menggelar musorprov yang diawali penjaringan, kemudian ada tahapan penyampaian visi misi para kandidat ketum yang dirancang KP. Dengan demikian hasil yang ditelurkan benar-benar ketum yang dikehendaki bersama alias ‘tidak beli kucing dalam karung.’

Gayung bersambut, kinerja KP yang berjumlah tiga orang; Anom Prenatha dan dua anggotanya Nasser F. Attamimy serta Bripka I Gusti Lanang Rai diakomodir Ketum terpilih Ketut Suardana, untuk melengkapi kepengurusan Asprov PSSI Bali periode 2017-2021.

Ketut Suardana tidak sendirian mengambil keputusan, pastinya  melalui rapat bersama  komite eksekutif lainnya seperti Waketum Eko Supriadi, dan tiga Exco (Wayan Artanayasa, Ketut Sukadana dan IGAN. Anom Jaksa Saputra), Minggu (16/4) lalu.

Sayang, dalam penempatannya tidak pas. Nasser ditempatkan sebagai Wakil Sekretaris Umum (Wasekum), sementara Sekumnya Gede Subrata alias Gepeng. Padahal Gepeng sendiri yang menjabat Sekum kepengurusan era Wirasana diributkan banyak pihak, karena tidak hadir saat KLB pada 9 April lalu.

Lebih ke belakang lagi, saat penyampaian visi misi, kinerja Gepeng sebagai sekum dalam mengelola kesekretariatan PSSI Bali menjadi sorotan tajam, terutama dari Sekum Askab PSSI Tabanan, Putu Sugi Darmawan. ‘

‘Saya awalnya ditelepon Gepeng, sebagai salah satu kandidat Sekum. Tapi beberapa saat kemudian di hari yang sama Minggu (16/4), saya ditelepon Pak Ketut Suardana, dan menyatakan saya di posisi Wasekum. Saya pun langsung jawab masih pikir-pikir,” kata Nasser, Selasa (18/4).

“Setelah saya pikirkan secara matang, saya putuskan menolak jabatan itu. Lagi pula, tidak mungkin saya bisa bekerja maksimal dengan Sekum yang sebelumnya banyak menuai sorotan. Bisa jadi akan mengulangi kegagalan sebelumnya,” tandas Nasser, diamini Anom Prenatha dan Lanang Rai.

Sementara, Anom Prenatha diakomodir menjabat Komite Fair Play. “Maaf saya bukan berarti memilih-milih posisi. Kalau boleh saya meminta mumpung belum menjadi keputusan final, taruhlah saya di posisi yang pas sesuai kemampuan yang saya miliki untuk ikut ngayah memajukan persepakbolaan Bali,” harap Anom Prenatha.

Lebih parah lagi, Lanang Rai malah tidak dilirik sama sekali. Padahal Ketut Suardana saat rapat itu sempat merekomendasikan duduk di komite kompetisi. “Saya sudah tahu berkat bocoran orang dalam, katanya saya ditolak mentah-mentah oleh Pak Eko Supriadi dan Anom Jaksa. Apa alasannya, saya juga tidak tahu. Tolong tanyakan saja ke Pak Ketut Suardana,” pinta Lanang Rai.

Dikonfirmasi terpisah, baik Ketut Suardana, Wayan Artanayasa maupun Ketut Sukadana menegaskan, hasil rapat pada 16 April lalu belum final. “Masih kita godok lagi,” kilah Artanayasa via telepon. “Ya, memang benar belum final. Masih ada beberapa posisi yang tarik ulur,” imbuh Sukadana. Lantas kapan rapat finalnya? “Ya, sesegera mungkin akan kita lakukan. Meski lambat sedikit, saya pikir tak masalah,” pungkas Ketut Suardana.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Fraksi Golkar Desak Manajemen RSU Tabanan Buka-bukaan Soal Utang

balitribune.co.id I Tabanan - Fraksi Golkar DPRD Tabanan mendesak adanya transparansi informasi yang berimbang mengenai kemelut keuangan dan krisis obat di RSUD Tabanan. Fraksi ini menuntut manajemen rumah sakit berhenti menjadikan BPJS Kesehatan sebagai alasan atas kacaunya operasional yang sedang menjadi perhatian publik saat ini.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Sutjidra Tegaskan Kesiapan Pengamanan Sambut Nyepi dan Idulfitri

balitribune.co.id I Singaraja -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menegaskan komitmennya untuk memastikan keamanan dan pelayanan publik tetap optimal menjelang dua hari raya besar yang waktunya berdekatan, yakni Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah yang digelar di lingkungan Pemkab Buleleng, Kamis (12/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kebut Pemulihan Pascabencana di Banjar dan Seririt, Bupati Buleleng Prioritaskan Kebutuhan Dasar Jelang Nyepi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus mengebut proses pemulihan pascabencana alam yang melanda Kecamatan Banjar dan Kecamatan Seririt pekan lalu. Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Bupati Buleleng menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan pembersihan lokasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Baca Selengkapnya icon click

Tujuh Hari Pencarian Nihil, Basarnas Tutup Operasi SAR di Buleleng

balitribune.co.id I Singaraja - Memasuki hari ketujuh, operasi pencarian terhadap satu korban tersisa akibat bencana alam di Kabupaten Buleleng resmi ditutup. Keputusan ini diambil sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) setelah upaya maksimal yang dikerahkan oleh Tim SAR Gabungan belum membuahkan hasil.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Buka Rapat Posyandu 6 SPM, Bunda Rai Soroti Pentingnya Bidang Kesehatan dalam Pencegahan Stunting

balitribune.co.id | Tabanan – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membuka pertemuan Advokasi dan Koordinasi Pengelolaan Posyandu (Rapat Tim Pembina Posyandu 6 SPM Bidang Kesehatan) Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Warung CS Bedha, Wanasara, Bongan, Tabanan, Kamis (12/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

BPJS Kesehatan Ajak Peserta Rutin Cek Status Kepesertaan JKN

balitribune.co.id I Semarapura - Sebagai salah satu bentuk implementasi perlindungan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga mendapat kepastian jaminan kesehatan maka BPJS Kesehatan mengajak seluruh peserta JKN untuk rutin mengecek status kepesertaannya. Seruan ini tidak terlepas dari beberapa kejadian peserta yang kepesertaannya nonaktif saat mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.