Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Paus Bungkuk Terdampar di Pantai Perancak

terdampar
Bali Tribune / TERDAMPAR - Setelah kandas selama empat jam, satwa laut jenis paus bungkuk yang ditemukan terdampar oleh nelayan di Pantai Desa Perancak, Jembrana pada Selasa (14/7/2026) akhirnya mati.

balitribune.co.id I Negara - Satwa laut jenis paus bungkuk ditemukan terdampar oleh nelayan di Pantai Desa Perancak, Kecamatan/Kabupaten Jembrana pada Selasa (14/7/2026). Paus bungkuk (Humpback Whale) sepanjang 7,7 meter itu ditemukan terdampar di bibir pantai setelah sebelumnya sempat berjuang kembali menuju laut lepas.

Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta menjelaskan, informasi awal diterima dari seorang Perangkat Desa Perancak, I Wayan Karnen, yang memperoleh laporan dari seorang nelayan sekitar pukul 10.45 Wita.

AKP Suparta didampingi Kapolsek Kota Jembrana Ipda I Ngurah Agus Dwi Widiatmika Putra mengatakan, nelayan tersebut melihat seekor paus berbobot besar dalam kondisi terdampar di bibir pantai sebelum segera melaporkannya kepada aparat desa dan instansi terkait.

Mendapat laporan itu, warga bersama aparat bergerak cepat melakukan penyelamatan. Dengan gotong royong, paus berusaha diarahkan kembali menuju perairan yang lebih dalam.

Upaya tersebut sempat membuahkan hasil. Mamalia laut jumbo tersebut perlahan bergerak ke tengah laut. Namun harapan itu hanya berlangsung sesaat. Tidak lama kemudian paus kembali berbalik menuju pantai. Tubuhnya kembali kandas pada pasir di bibir pantai dan kondisinya terus melemah hingga akhirnya sekitar pukul 15.00 Wita dinyatakan mati. Personel Polsek Kota Jembrana bersama Satpolairud Polres Jembrana kemudian mengamankan lokasi.

Tim dokter hewan dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI) melakukan nekropsi atau autopsi mengidentifikasi kondisi biologis satwa tersebut. Hasil identifikasi menunjukkan paus tersebut merupakan paus bungkuk dengan panjang tubuh 7,70 meter, lingkar badan enam meter, serta bentang sirip mencapai lebih dari dua meter pada masing-masing sisi tubuhnya. Bangkai paus dievakuasi menggunakan alat berat dan dikuburkan di lokasi yang telah ditentukan.

Peristiwa kandasnya mamalia laut di Perancak ini menambah daftar panjang mamalia laut yang mati terdampar di pesisir Jembrana sepanjang tahun ini. Sebelumnya, Minggu (17/5), seekor lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik ditemukan dalam kondisi mati di Pantai Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo. Bangkai satwa dilindungi tersebut pertama kali ditemukan oleh warga saat itu sedang berjalan di sepanjang bibir pantai sekitar pukul 10.00 Wita.

Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika yang saat itu dikonfirmasi mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan penemuan satwa laut tersebut sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat. "Sinergi masyarakat dan aparat sangat penting dalam menjaga kelestarian ekosistem laut. Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan adanya penemuan bangkai satwa laut yang terdampar," ujarnya.

wartawan
PAM
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tinjau Korban Kebakaran di Desa Timuhun, Bupati Klungkung Serahkan Bantuan Darurat

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, meninjau langsung lokasi musibah kebakaran rumah tinggal yang menimpa warga di Dusun Tengah, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, pada Selasa (9/6/2026). Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat pemerintah terhadap bencana yang menimpa masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Meski Pertamax Naik, Harga Pertalite dan Biosolar Tetap Aman di Rp10.000

balitribune.co.id | Jakarta - Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green. Penyesuaian harga ini diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Baca Selengkapnya icon click

Operasi Antik Agung 2026: 138 Tersangka Ditangkap, 40.846 Jiwa Terselamatkan

balitribune.co.id | Denpasar - Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnakoba) Polda Bali bersama jajarannya berhasil menyelamatkan 40.846 jiwa dari bahaya narkotika. Itu setelah Polda Bali menggelar Operasi Antik Agung 2026 selama 16 hari, dari 13 - 28 Mei 2026 berhasil mengamankan 138 tersangka dari 111 kasus yang diungkap.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.