Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Rumpon Nelayan Bali Utara Bakal Dibongkar untuk Survei Migas

Direktur PT Shearwater Indonesia, Arif Gunawan
Bali Tribune / MENJELASKAN - Direktur PT Shearwater Indonesia, Arif Gunawan menjelaskan rencana penghilangan rumpon untuk kepentingan survei seismik migas di perairan Bali Utara.

balitribune.co.id | Singaraja - Rencana survei seismik migas di perairan Bali Utara membawa konsekuensi bagi nelayan setempat. Puluhan atau bahkan lebih rumpon yang berada di jalur survei dipastikan harus dibongkar. Meski pemiliknya dijanjikan ganti rugi, hilangnya rumpon sebagai tempat berkumpulnya ikan berpotensi mengurangi hasil tangkapan dan pendapatan nelayan.

Dampak tersebut mengemuka dalam sosialisasi rencana survei seismik 2D dan 3D North Bali I dan North Bali II di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Kamis (5/11/2026). Pertemuan itu secara khusus membahas keberadaan rumpon nelayan yang terdampak serta skema kompensasi sebelum kegiatan survei dimulai.

Survei direncanakan mencakup wilayah seluas 2.200 kilometer persegi, sekitar 20 mil laut atau 38 kilometer dari garis pantai Bali ke arah utara. Rumpon yang berada di koridor kegiatan akan menjadi objek penanganan karena berpotensi mengganggu operasional survei.

Direktur PT Shearwater Indonesia, Arif Gunawan, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tahap awal eksplorasi untuk memetakan struktur geologi bawah laut dan mengidentifikasi potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas). Menurutnya, kegiatan ini belum memasuki tahap pengeboran. "Tujuannya tentunya melihat potensi migas di perairan Bali Utara. Ini masih melihat potensi. Nanti kalau dari survei seismik ini terlihat ada data struktur atau jebakan minyak, itu menjadi ranah perusahaan migas untuk tahap pengeboran. Tugas kami di sini hanya melakukan survei," ujar Arif.

Terkait rumpon yang terdampak, Arif memastikan kontraktor bertanggung jawab memberikan kompensasi kepada nelayan. Saat ini, proses administrasi ganti rugi tengah disiapkan melalui berita acara yang akan ditandatangani bersama para pemilik rumpon. "Pasti ada ganti rugi. Kami sebagai kontraktor bertanggung jawab untuk itu. Sekarang sedang proses berita acara untuk ditandatangani oleh para nelayan bersama tim sosialisasi," tegasnya.

Namun, persoalan yang dihadapi nelayan tidak berhenti pada nilai kompensasi. Rumpon merupakan tempat berkumpulnya ikan yang selama ini membantu nelayan memperoleh hasil tangkapan. Ketika fasilitas tersebut dibongkar, nelayan berpotensi kehilangan sumber pendukung aktivitas melaut, sementara kompensasi yang diberikan belum tentu sebanding dengan potensi pendapatan yang hilang. Arif menyebut nelayan tetap diperbolehkan melaut dan menangkap ikan di luar koridor survei. Pembatasan aktivitas hanya diberlakukan pada area lintasan demi menjaga keselamatan operasional.

Pengecekan rumpon dijadwalkan mulai 17 November 2026. Selanjutnya, survei seismik utama direncanakan berlangsung mulai 1 Desember selama 47 hari. “Dalam kegiatan tersebut, perusahaan akan mengoperasikan kapal seismik Shearwater Bly asal Norwegia. Kapal ini dilengkapi teknologi penarik 12 kabel streamer untuk mendeteksi gelombang seismik di bawah laut,” tandasnya. 

wartawan
CHA
Category

Skandal Penyadapan Presiden

balitribune.co.id | Mencuatnya nama Irjen Ahrie Sonta dalam pusaran skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto menyingkap tabir operasi intelijen bayangan yang sangat terstruktur. Dengan rekam jejak Ahrie yang melesat dari Sespri Kapolri Listyo Sigit menjadi ajudan Prabowo, insiden ini melampaui batas pelanggaran privasi biasa.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bantah Isu Calon Titipan Pejabat di Pilkel Badung 2026, Adi Arnawa: Tak Ada Intervensi Kekuasaan

balitribune.co.id | Mangupura - IIsu adanya calon titipan pejabat dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2026 di Kabupaten Badung mendapat bantahan tegas dari Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Ia memastikan pemerintah daerah tidak melakukan intervensi maupun mengarahkan dukungan kepada calon tertentu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tertimpa Pohon, Kabel Listrik dan Optik Ancam Keselamatan Warga

balitribune.co.id | Gianyar - Sempat mereda dua hari pascaterjangan hujan angin ekstrem, namun kabel listrik dan fiber optik yang putus, kendur, hingga melintang  masih menjadi keluhan warga. Terlebih sejumlah kabel masih  tersambung aliran listrik, sehingga menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat, terutama saat cuaca ekstrem.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.