Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sekda I Ketut Sedana Merta Hadiri Pengukuhan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana Karangasem

sekda karangasem
Bali Tribune / LAYANAN - Sekda Karangasem dalam peluncuran Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB), Senin (20/7/2026)

balitribune.co.id | Amlapura - Kabupaten Karangasem terus melangkah maju dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana yang inklusif dengan meluncurkan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB). Kehadiran unit ini menjadi tonggak penting dalam memastikan bahwa upaya penanggulangan bencana tidak hanya berfokus pada keselamatan secara umum, tetapi juga menjamin perlindungan dan partisipasi bermakna bagi penyandang disabilitas.

Pasalnya, bencana tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga memperdalam kerentanan sosial dan ekonomi, terutama bagi kelompok yang selama ini menghadapi ketidaksetaraan struktural. Dalam situasi darurat, keterbatasan akses terhadap informasi, evakuasi, dan layanan dasar membuat penyandang disabilitas berada pada risiko yang jauh lebih tinggi, baik dalam jangka pendek maupun dalam proses pemulihan. Menyadari hal tersebut, pendekatan inklusif dalam manajemen bencana menjadi semakin krusial untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam situasi darurat.

Pendekatan ini menempatkan penyandang disabilitas sebagai aktor yang setara dalam setiap tahapan penanggulangan bencana—mulai dari perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan, hingga pengawasan kebijakan. Komitmen ini diwujudkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem melalui pembentukan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB), hasil kolaborasi bersama ULD-PB Provinsi Bali, berbagai organisasi penyandang disabilitas (Opdis), serta dukungan Program SIAP SIAGA sebagai kemitraan Indonesia–Australia dalam pengelolaan risiko bencana.

Sejalan dengan upaya tersebut, pada Senin (20/7/2026), ULD-PB Kabupaten Karangasem resmi diluncurkan untuk memperluas praktik baik yang telah dikembangkan di tingkat provinsi ke tingkat kabupaten. “Kehadiran unit ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang inklusif, adil, dan berpihak kepada seluruh masyarakat,” ungkap I Ketut Sedana Merta, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karangasem yang sekaligus mengukuhkan anggota dari ULD-PB Kabupaten Karangasem.

Inisiatif ini melanjutkan keberhasilan ULD-PB Provinsi Bali yang telah lebih dahulu terbentuk pada pertengahan 2025 dan menunjukkan berbagai capaian strategis, termasuk keterlibatan dalam penyusunan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, serta penyusunan rancangan peraturan gubernur dan edukasi publik terkait komunikasi yang inklusif. Pembelajaran dan praktik baik tersebut kini diperluas ke tingkat kabupaten sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola bencana yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Urgensi kehadiran ULD-PB semakin terasa mengingat Kabupaten Karangasem merupakan wilayah dengan risiko multi bencana yang tinggi. Selain potensi erupsi Gunung Agung, wilayah ini juga rawan terhadap gempa bumi, tsunami, serta berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan. Di tengah kompleksitas ancaman tersebut, kelompok rentan—termasuk penyandang disabilitas-menghadapi tantangan yang lebih besar dalam mengakses perlindungan dan pemulihan.

wartawan
AGS
Category

Lapas Singaraja Geledah Kamar Warga Binaan, Sejumlah Benda Diamankan

balitribune.co.id | Singaraja - Upaya memperketat pengawasan keamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja terus dilakukan. Setelah sebelumnya salah satu warga binaan terseret kasus pengendalian narkoba dari dalam lapas, pihak lapas kembali mengintensifkan pengawasan melalui Operasi Zero Halinar (Handphone Ilegal, Pungutan Liar, dan Narkoba).

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Rahina Pagerwesi, Warga Ramaikan Pura Jagatnatha Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Hari Suci Pagerwesi dirayakan setiap 210 hari sekali atau enam bulan menurut kalender Bali. Perayaan ini jatuh pada Rabu atau Budha Kliwon Wuku Sinta, tepat empat hari setelah Hari Suci Saraswati. Jika Saraswati diperingati sebagai hari pemujaan terhadap ilmu pengetahuan, Pagerwesi menjadi momentum untuk memperkuat dan melindungi pengetahuan tersebut agar memberikan manfaat bagi kehidupan, Rabu (4/11/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sambut Tumpek Landep, Perumda Pasar Sewakadarma Siapkan 500 Paket Banten Bersubsidi

balitribune.co.id | Denpasar - Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar menyiapkan sebanyak 500 paket perlengkapan upacara Tumpek Landep bersubsidi dalam kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” ke-9 Tahun 2026. Melalui subsidi Bank BPD Bali, masyarakat cukup membayar Rp15.000 per paket dari harga normal Rp41.000.

Baca Selengkapnya icon click

Atasi Dampak Cuaca Ekstrem di Bali, Kodam IX/Udayana Siagakan Prajurit

balitribune.co.id | Denpasar - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Bali sejak Minggu (1/11/2026) memicu serangkaian bencana di berbagai daerah. Bencana tanah longsor dan pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kabupaten Karangasem, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, hingga Badung, yang berdampak pada keselamatan warga dan kelancaran aktivitas publik.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tak Penuhi Syarat Kelembagaan Adat, Proposal Ogoh-Ogoh Yowana di Jagapati Ditolak

balitribune.co.id | Mangupura - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung menekankan pentingnya kesesuaian syarat kelembagaan adat dalam penyaluran bantuan dana kreativitas ogoh-ogoh. Terbaru, Disbud Badung tidak meloloskan pengajuan proposal dari salah satu kelompok pemuda di Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, lantaran belum memenuhi kriteria kepengurusan sesuai regulasi Desa Adat.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Dua Tamu Masih Hilang, Perizinan Pelaga Eco Park Terkuak Baru Kantongi NIB

balitribune.co.id | Mangupura - Tragedi longsor di kawasan Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, membuka persoalan serius terkait kelengkapan perizinan usaha glamping tersebut. Di tengah pencarian dua tamu yang masih hilang, muncul fakta bahwa dalam pemeriksaan awal manajemen hanya menunjukkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.