Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Temu Wirasa PRABU Catur Muka Dorong Sinergi Pembangunan Denpasar–Buleleng

prabu
Bali Tribune / TEMU WIRASA - Paiketan Rantauan Buleleng (PRABU) Catur Muka menggelar kegiatan temu wirasa yang berlangsung di Nexx Cafe, Kota Denpasar, pada Minggu (4/1)

balitribune.co.id | Denpasar - Paiketan Rantauan Buleleng (PRABU) Catur Muka menggelar kegiatan temu wirasa yang berlangsung di Nexx Cafe, Kota Denpasar, pada Minggu (4/1). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi bagi semeton Buleleng yang kini bermukim dan beraktivitas di Denpasar, sekaligus menjadi ajang dialog lintas sektor untuk memperkuat kontribusi masyarakat perantauan terhadap pembangunan daerah.

Temu wirasa tersebut dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang. Hadir Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Asisten I Pemerintah Kabupaten Buleleng Ariadi Pribadi, pengusaha nasional asal Bali I Gusti Ngurah Anom atau Ajik Cok, serta Ketua PRABU Catur Muka I Gede Cipta Sudewa Atmaja. Selain itu, tampak pula undangan dari kalangan birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha.

Kegiatan ini dikemas secara sederhana namun penuh makna. Selain mempererat kebersamaan antaranggota paiketan, temu wirasa juga menjadi ruang berbagi gagasan, pengalaman, dan pandangan terkait peran masyarakat Buleleng di perantauan dalam mendukung pembangunan, baik di Kota Denpasar maupun di Kabupaten Buleleng sebagai daerah asal.

Ketua PRABU Catur Muka I Gede Cipta Sudewa Atmaja dalam sambutannya menyampaikan bahwa PRABU Catur Muka dibentuk dengan visi menjadi wadah pemersatu semeton Buleleng yang berada di perantauan, khususnya di wilayah Denpasar dan sekitarnya. Melalui wadah tersebut, ia berharap terbangun semangat kebersamaan untuk menyongsong Denpasar dan Buleleng agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Ia menjelaskan bahwa PRABU Catur Muka juga memiliki misi mempererat hubungan sosial kemasyarakatan serta mendorong peningkatan ekonomi kreatif di kalangan anggota. Menurutnya, keberadaan komunitas kedaerahan tidak hanya berfungsi sebagai ruang berkumpul, tetapi juga sebagai sarana membangun jejaring yang produktif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Tema yang diangkat dalam temu wirasa kali ini, yakni “Sinergi Pembangunan Buleleng dengan Denpasar melalui Spirit Vasudhaiva Kutumbhakam”, dinilai sangat sejalan dengan visi dan misi PRABU Catur Muka. Tema tersebut mencerminkan semangat bahwa seluruh umat manusia merupakan satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keharmonisan dan kemajuan daerah tempat tinggalnya.

Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang hadir sekaligus membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas peran PRABU Catur Muka dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar. Ia menilai keberadaan komunitas kedaerahan seperti PRABU Catur Muka memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Denpasar.

Jaya Negara juga menyinggung bahwa sejumlah anggota PRABU Catur Muka, termasuk ketuanya, saat ini merupakan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Hal tersebut menurutnya menunjukkan bahwa warga perantauan asal Buleleng telah berbaur dan berkontribusi secara nyata dalam pemerintahan serta pelayanan publik di ibu kota Provinsi Bali.

Dalam kesempatan yang sama, Jaya Negara turut menyampaikan permohonan maaf dan permakluman kepada masyarakat terkait beberapa persoalan yang masih menjadi perhatian di Kota Denpasar, khususnya terkait pengelolaan sampah dan kemacetan lalu lintas. Ia mengakui bahwa masih terdapat kekurangan dalam pelayanan yang dirasakan oleh masyarakat.

Terkait isu sampah yang belakangan menjadi sorotan, Jaya Negara menjelaskan bahwa secara sistem pengelolaan sampah di Denpasar telah berjalan dan seluruh wilayah pada prinsipnya sudah terlayani. Namun, kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi serta kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang penuh menyebabkan terjadinya gangguan sementara dalam penanganan.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Denpasar telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan seluruh jajaran kini fokus melakukan penanganan agar persoalan tersebut dapat segera teratasi. Upaya tersebut terus dimaksimalkan agar pelayanan kebersihan kepada masyarakat dapat kembali berjalan optimal.

Selain persoalan sampah, kemacetan lalu lintas juga menjadi perhatian serius. Jaya Negara memaparkan bahwa dengan jumlah penduduk Denpasar sekitar 745 ribu jiwa, jumlah kendaraan bermotor mencapai hampir 1,5 juta unit. Kondisi ini menunjukkan bahwa rata-rata dalam satu kartu keluarga terdapat lebih dari satu kendaraan.

Menurutnya, kecenderungan masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dalam beraktivitas turut memperparah kemacetan, sementara kondisi ruas jalan di Kota Denpasar relatif sempit. Program transportasi publik seperti Bus Trans Metro Denpasar dinilai belum sepenuhnya mampu mengurai kemacetan dan dalam beberapa kondisi justru menambah kepadatan lalu lintas.

Oleh karena itu, Jaya Negara mengajak seluruh elemen masyarakat, tanpa melihat asal-usul daerah, termasuk PRABU Catur Muka, untuk ikut berperan aktif dalam mencari solusi dan berkontribusi lebih banyak bagi lingkungan tempat tinggalnya. Ia menegaskan bahwa di mana pun seseorang tinggal, di situlah seharusnya ikut menjaga, merawat, dan menjunjung daerah tersebut.

Rangkaian temu wirasa juga diisi dengan sesi talk show yang menghadirkan Ajik Cok selaku Owner Krisna Oleh-oleh dan Sukewati Lanang Putra Perbawa selaku Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar. Keduanya berbagi pengalaman dan pandangan terkait perjalanan karier serta kontribusi di bidang masing-masing.

Sebagai putra daerah Buleleng, Ajik Cok menyampaikan bahwa dirinya memiliki keterikatan emosional dengan tanah kelahiran. Ia mengungkapkan telah melakukan investasi di wilayah Buleleng bagian barat dengan luas lahan sekitar 40 hektare dan nilai investasi mencapai Rp60 miliar. Investasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Ajik Cok juga menyampaikan harapan agar akses menuju wilayah tersebut ke depan semakin terbuka sehingga potensi ekonomi dapat berkembang lebih luas. Ia mengajak para pelaku usaha asal Buleleng untuk turut menanamkan investasi di daerah asal sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan lokal.

Sementara itu, Lanang Perbawa dalam pemaparannya menekankan pentingnya pendidikan dalam menentukan kesuksesan seseorang. Ia menyampaikan bahwa pendidikan berperan besar dalam membentuk kecerdasan emosional dan kualitas sumber daya manusia, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Sesi dialog bersama peserta turut memberikan ruang aspirasi. Salah seorang warga Buleleng, Ketut Maha Agung, menyampaikan harapannya agar pembangunan dan investasi tidak hanya terpusat di Buleleng bagian barat, tetapi juga merambah wilayah timur, seperti Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula. Ia menyampaikan kesiapan lahan milik keluarganya seluas empat hektare untuk dikelola apabila terdapat peluang kerja sama ke depan.

Harapan tersebut disampaikan agar melalui momentum temu wirasa PRABU Catur Muka, potensi desa-desa di Buleleng dapat semakin diperhatikan dan dikembangkan secara merata.

wartawan
HEN
Category

Penataan Sasana Budaya Akhirnya Dilanjutkan, Sedot Anggaran Rp15 Miliar

balitribune.co.id | Bangli - Sempat menjadi pertanyaan masyarakat luas terkait kelanjutan penataan Sasana Budaya Giri Kusuma yang beralamat di Banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga Bangli akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Bangli  pada tahun 2026 kembali  mengalokasikan anggran senilai Rp15 Miliar untuk kelanjutan pembangunan tempat pementasan seni  budaya tersebut.

Baca Selengkapnya icon click

Dorong Efisiensi Anggaran, Desa di Klungkung Diminta Gali Potensi Lokal

balitribune.co.id | Semarapura - Pemerintah Kabupaten Klungkung melanjutkan jalannya kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan, Desa, dan Kelurahan. Setelah menyasar Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Dawan, kini giliran Kecamatan Banjarangkan yang dikunjungi, Selasa (15/9/2026).

Dua desa dipilih menjadi sampel monev di Kecamatan Banjarangkan, yakni Desa Tusan dan Desa Nyanglan. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bayang-Bayang Kepunahan, Disbudpar Buleleng Gaet Anak Muda Lestarikan Wayang dan Prasi

balitribune.co.id | Singaraja – Upaya menjaga keberlanjutan kesenian tradisional Bali di tengah minimnya minat generasi muda terus dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng. Salah satunya melalui pergelaran Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Masyarakat Bali yang melibatkan pemuda dari sembilan kecamatan.

Baca Selengkapnya icon click

Terseret Arus Kencang di Nusa Penida, Wisatawan Asal Malaysia Tewas saat Diving

balitribune.co.id | Semarapura – Musibah terseret arus saat beraktivitas diving kembali menelan korban jiwa di perairan Nusa Penida, Klungkung. Seorang wisatawan mancanegara (WNA) asal Malaysia, Siti Nuraini Binti Rusidi (40), meninggal dunia usai menyelam di perairan Crystal Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (16/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sukses Raih 18 Prestasi, Tabanan Perkuat Ekosistem Budaya di Utsawa Dharma Gita Bali XXXIII

balitribune.co.id | Tabanan - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Kabupaten Tabanan dalam ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) Bali XXXIII Tahun 2026 yang berlangsung pada 11–16 September 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center), Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.