Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tepat Saat Nyepi Segara, Banjir Rob Terjang Pesisir Kusamba

Warung rusak diterjang banjir rob
Bali Tribune / RUSAK - Sejumlah warung milik warga mengalami kerusakan setelah air laut menerjang pesisir Kusamba, Senin (26/10/2026).

balitribune.co.id | Semarapura - Para Nelayan Kusamba tidak melaut karena bertepatan dengan perayaan Nyepi Segara, Senin (26/10/2026). Karena kegiatan ritual ini nelayan termasuk kegiatan pelabuhan utamanya di Dermaga Angkal dan dermaga lainnya tidak beroperasi.

Namun disaat yang sama, tiba-tiba terjadi banjir rob yang melanda kawasan pesisir Kusamba. Ombak pasang menerjang kawasan pesisir Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung. 

Dari pantauan, tampak tujuh warung milik warga mengalami kerusakan setelah air laut menerjang hingga masuk ke dalam bangunan dan meninggalkan timbunan pasir di lantai warung.

Ketinggian ombak disebut mencapai lebih dari dua meter itu bahkan membuat air laut muncrat hingga ke atap bangunan. Pantauan di lokasi, para pemilik warung tampak sibuk menyelamatkan barang dagangan dan perabotan mereka.

Sejumlah barang berharga, termasuk kulkas, dipindahkan ke rumah masing-masing yang berada agak jauh dari bibir pantai untuk menghindari kerusakan lebih lanjut apabila ombak kembali naik.

Dampak terjangan ombak terlihat pada tujuh warung milik Subahan Fajri, Rabiaha, Atminah, Siti Arfa, Nurhasanah, Ayu Sriwahyuni, dan Gunawiyah. Kerusakan bervariasi, mulai dari pintu warung berupa rolling door hingga meja dagangan. Seluruh warung tersebut juga dipenuhi pasir laut yang terbawa masuk bersama air.

Saat ombak pasang menerjang, warung-warung tersebut dalam kondisi tutup karena warga sedang menghormati rangkaian Nyepi Segara yang dilaksanakan Desa Adat Kusamba. Kondisi itu membuat tidak ada aktivitas perdagangan di warung ketika terjangan ombak terjadi.

“Kebetulan semua warung tutup, karena ada Nyepi Segara,” tutur Siti Arfa.

Menurut penuturan pedagang lainnya, ketinggian ombak diperkirakan lebih dari dua meter. Saat menghantam tanggul pemecah ombak, air laut menyembur cukup tinggi hingga mencapai bagian atap warung. Air yang jatuh dari atap bahkan masih terlihat ketika warga memeriksa kondisi bangunan setelah ombak mereda.

“Itu lihat, Pak. Itu bukan air hujan, tapi air laut yang jatuh dari genteng,” ujar Nurhasanah, salah seorang pemilik warung, sembari menunjukkan bagian bangunan yang masih terkena air laut.

Mereka mengaku ombak biasanya meninggi menjelang Purnama dan Tilem. Namun, kali ini air laut tidak hanya mencapai kawasan warung, tetapi juga menerobos masuk ke dalam bangunan hingga merusak sejumlah barang dagangan dan perabotan.

“Kalau sebelumnya menjelang Purnama dan Tilem, ombak biasanya naik. Tapi ini yang paling parah. Air laut sampai masuk ke dalam warung hingga menyebabkan banyak barang dagangan, perabotan, bahkan pintu warung rusak,” imbuh Nurhasanah.

wartawan
SUG
Category

Babat Hutan Lindung, Dua Tersangka Jalani Proses Hukum

balitribune.co.id | Negara - Kasus pembabatan hutan dan penebangan kayu secara ilegal (illegal logging) di Kawasan Hutan Lindung Banjar Pengajaran Kaler, Desa Berangbang, Negara dipastikan terus bergulir. Kedua tersangka berinisial IGS dan IGKL kini masih menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca Selengkapnya icon click

Swatantra Buleleng Serap 280 Ton Jagung, Pasokan Lokal Menipis hingga Akhir Tahun

balitribune.co.id | Singaraja - Perumda Swatantra Kabupaten Buleleng berupaya menjaga ketersediaan jagung untuk pakan ternak di tengah meningkatnya kebutuhan peternak ayam petelur. Hingga Oktober 2026, perusahaan daerah tersebut telah menyerap sekitar 280 ton jagung dari petani lokal. Namun, terbatasnya produksi dan meningkatnya permintaan membuat pasokan mulai menipis.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jika Gagal Panen, Petani Badung Dapat Ganti Rugi Rp6 Juta per Ha

balitribune.co.id | Mangupura - Petani di Kabupaten Badung yang mengalami gagal panen berpeluang mendapatkan ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektare melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Menariknya, petani tidak perlu membayar premi karena biaya asuransi ditanggung pemerintah.

Baca Selengkapnya icon click

Kakek Tuna Netra di Selemadeg Tewas Terpeleset di Parit

balitribune.co.id | Tabanan - Seorang kakek penyandang disabilitas netra bernama I Ketut Muncul (69) ditemukan tewas membusuk di saluran air tegalan miliknya di Banjar Apit Yeh, Desa Manikyang, Kecamatan Selemadeg, Rabu (21/10/2026). Korban diduga terpeleset dan jatuh tengkurap ke dalam parit saat sedang mengumpulkan pelepah kelapa kering.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kasus Korupsi Satpol PP Jembrana, Jaksa Tunggu Tindaklanjut BPKP

balitribune.co.id | Negara - Hingga kini penanganan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Satpol PP Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2022 hingga 2025 terus bergulir. Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana menunggu tindaklanjut ekpose yang telah dilaksanakan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pengambengan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bali.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Abaikan Tiga Kali SP, Bangunan Liar di Jalan Usaha Tani Tegalalang Ditertibkan Satpol PP

balitribune.co.id | Bangli - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangli menertibkan bangunan kanopi dan tembok di Lingkungan Tegalalang, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Jumat (23/10/2026). Pembongkaran bangunan di kediaman I Nengah Sumantra tersebut dilakukan karena menutup akses Jalan Usaha Tani yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.