balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayahnya dalam kondisi aman dan terkendali.
Menyikapi fenomena antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) belakangan ini, Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung terhadap strategi pengisian bahan bakar di sejumlah SPBU. Saat ini, ia menyebut antrean kendaraan sudah mulai terurai dan berangsur lengang.
"Pasokan BBM dipastikan sudah mencukupi. Untuk seluruh wilayah Bali sudah dipastikan aman sampai tanggal 15, dan setelah tanggal 15 akan ada pasokan lagi sehingga ke depan pasokan BBM untuk Bali tetap terjaga. Hal ini juga sudah disampaikan oleh Direktur Pertamina," tegas Nyoman Sutjidra Rabu (14/10/2026).
Ia menambahkan, koordinasi di tingkat provinsi juga berjalan dengan baik. Gubernur Bali telah menerima jaminan langsung dari pihak Pertamina terkait ketersediaan pasokan BBM di Pulau Dewata. Oleh karena itu, Sutjidra meminta masyarakat untuk membeli bahan bakar sesuai dengan kebutuhan wajar sehari-hari.
Demi mencegah praktik penimbunan, Pemkab Buleleng melarang keras pembelian BBM menggunakan jerigen atau botol dalam jumlah banyak. Pihak SPBU juga telah diinstruksikan untuk tidak melayani pembelian dengan metode tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat agar dalam situasi seperti ini tidak lagi panic buying. Jangan sampai bawa jerigen atau botol-botol dalam jumlah banyak. Kita sudah imbau SPBU untuk tidak lagi menerima pembelian jerigen," tegasnya.
Meski aturan diperketat, Sutjidra menyebut tetap ada kelonggaran atau diskresi untuk kondisi darurat. "Ada diskresi, misalnya jika ada motor yang mogok, mungkin dikasih 2 atau 3 liter sekadar agar kendaraannya bisa mencapai SPBU," tambahnya.
Bupati Sutjidra menjamin dinamika pasokan BBM di SPBU umum tidak akan mengganggu pelayanan publik yang bersifat esensial dan darurat. "Untuk pelayanan kedaruratan seperti rumah sakit, ambulans, dan operasional truk sampah, sementara ini belum terganggu. Mereka sudah punya tempat pengisian langganan dan jadwal jam tersendiri kapan harus mengambil bahan bakar," tandas Sutjidra.