balitribune.co.id | Denpasar - Sebuah modus kejahatan baru jalanan berhasil diungkap pihak kepolisian. Seorang pria berinisial AW (26), buruh asal Batujajar, Bandung, Jawa Barat, nekat menyamar menjadi "manusia silver" untuk melancarkan aksi penodongan di lampu merah (traffic light) Jalan Imam Bonjol - Jalan Sunset Road, Kuta.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Pelaku memanfaatkan momen saat para pengendara sedang berhenti di lampu merah untuk mengamen sekaligus mengancam korban menggunakan senjata tajam demi mendapatkan uang.
Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menjelaskan kronologi kejadian. Aksi pelaku terungkap setelah salah satu korban yang merasa resah dan terancam berinisiatif merekam aksi penodongan tersebut.
"Saat korban berhenti di traffic light, pelaku tiba-tiba datang meminta uang sambil menodongkan pisau. Korban kemudian merekam kejadian itu karena merasa resah, lalu memviralkannya di media sosial. Menindaklanjuti video viral tersebut, Polsek Kuta langsung turun tangan," ungkap IPTU Adi Saputra.
Berdasarkan video yang viral di media sosial, Tim Resmob yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kuta, IPTU Matheus Diaz Prakoso, langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.
"Dari hasil penyelidikan berbasis video viral tersebut, tim berhasil mengidentifikasi dan mengamankan terduga pelaku pada Minggu (17/5/2026) subuh, sekitar pukul 04.00 WITA. Pelaku langsung dibawa ke Polsek Kuta untuk pemeriksaan lebih lanjut," terangnya.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang identik dengan video viral di media sosial, antara lain, 1 buah kalung yang digunakan saat beraksi, 1 buah celana boxer, 1 buah ember warna merah tempat menampung uang hasil mengamen, 1 botol air mineral berisi cairan cat warna silver.
Di hadapan penyidik, AW mengakui semua perbuatannya. Namun, ia berdalih bahwa aksi penodongan tersebut dilakukan atas perintah seseorang bernama Ujang.
"Pelaku mengaku diperintah oleh orang bernama Ujang. Sementara pisau yang digunakan untuk menodong korban katanya sudah dikembalikan kepada Ujang. Saat ini pelaku mengaku tidak mengetahui keberadaan Ujang," pungkas Kasi Humas. Kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memburu keberadaan rekan pelaku tersebut.