Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ketua DPRD Tabanan Tinjau Pura Luhur Pekiyisan yang Hancur Tertimpa Pohon

roboh
Bali Tribune / MENGAMATI - Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa mengamati bale piyasan di Pura Luhur Beji Pekiyisan, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, yang hancur akibat tertimpa pohon tumbang pada Minggu (17/5/2026).

balitribune.co.id I Tabanan - Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa, meninjau langsung kondisi Pura Luhur Beji Pekiyisan, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, yang hancur akibat tertimpa pohon tumbang pada Minggu (17/5/2026). Peninjauan ini difokuskan untuk memantau kerusakan bangunan pura kahyangan jagat tersebut sekaligus memastikan kelancaran persiapan menjelang pujawali pada Hari Raya Kuningan mendatang.

Dalam kunjungan tersebut, Arnawa mengajak masyarakat setempat untuk bergotong royong membersihkan sisa-sisa material pohon dan reruntuhan bangunan di areal pura. Upaya ini dilakukan agar proses perbaikan bale piyasan dan senderan yang ambruk dapat segera dikerjakan demi kenyamanan umat saat bersembahyang.

Berdasarkan hasil pemantauan, kerusakan paling parah dialami oleh bangunan bale piyasan yang sebelumnya sempat direnovasi menggunakan dana bantuan Pemkab Badung senilai Rp 2,7 miliar pada dua tahun lalu. Selain bangunan, hujan deras disertai angin kencang juga mengakibatkan senderan di kawasan pura ambruk karena tergerus air.

Arnawa menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Tabanan untuk mempercepat penanganan dan pembangunan kembali konstruksi yang roboh. Target utama dari koordinasi ini adalah memastikan seluruh fasilitas pura sudah kembali berfungsi sebelum puncak upacara Kuningan berlangsung. 

"Saya ajak masyarakat gotong royong untuk menangani bencana ini. Dan, saya juga sudah koordinasi dengan BPBD Tabanan agar bisa dibantu, sehingga bale piyasan itu bisa dibangun lagi, kata Arnawa. Apalagi, pada hari raya Kuningan pada Juni 2026 mendatang akan berlangsung pujawali di pura tersebut. Pada saat pujawali supaya persoalan ini sudah klir," ujarnya.

Jro Bendesa Adat Babahan, I Ketut Suarsa, menjelaskan bahwa musibah pohon tumbang tersebut terjadi bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi pada 8 April 2026 lalu. Pihak desa adat menaksir total kerugian materiil akibat bencana ini mencapai angka Rp 50 juta hingga Rp 80 juta. 

Guna mengejar waktu perbaikan yang semakin dekat dengan jadwal pujawali, pihak adat berencana menggunakan dana talangan terlebih dahulu untuk memulai pengerjaan fisik. "Rencananya kami pinjam dana dulu supaya pembangunan bisa jalan dan saat pujawali nanti bangunan sudah bisa digunakan," ujar Suarsa mengenai strategi penanganan darurat tersebut.

Sejauh ini, pihak desa adat telah secara resmi mengajukan usulan bantuan perbaikan ke BPBD melalui mekanisme pemerintah desa setempat. Upaya gotong royong dan koordinasi lintas instansi ini diharapkan mampu memulihkan kondisi fisik pura dalam waktu singkat. 

wartawan
JIN
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.