Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bantah Adanya Kekerasan, Ratusan Warga Desa Bugbug Geruduk Polres Karangasem Kawal Anggota Jagabaya

dukungan
Bali Tribune / dukungan moral terhadap seorang anggota Jagabaya yang tengah menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan penganiayaan, ratusan anggota Jagabaya bersama warga Desa Bugbug mendatangi Mapolres Karangasem, Selasa (21/7/2026)

balitribune.co.id | Amlapura - Ratusan anggota Jagabaya bersama warga Desa Bugbug mendatangi Mapolres Karangasem, Selasa (21/7/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan moral terhadap seorang anggota Jagabaya yang tengah menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan penganiayaan terhadap seorang pemuda berusia 17 tahun.

Klian Desa Adat (KDA) Bugbug, Jro Komang Ari Sumartawan, menjelaskan bahwa kehadiran ratusan warga tersebut adalah spontanitas untuk membela anggota Jagabaya yang dilaporkan. Ia menegaskan bahwa insiden yang dituduhkan tersebut tidak pernah terjadi.

Menurut Jro Komang, peristiwa bermula ketika salah satu warga bernama Sri Sukanadi mampir di Banjar Darma Laksana. Saat itu, ia ditemui oleh saudaranya, Alit (anggota Jagabaya). Tiba-tiba, muncul seorang pemuda berusia sekitar 16–17 tahun yang bersikap menantang.

"Terjadi adu mulut antara pemuda tersebut dan Alit. Karena situasi memanas, Ketua Jagabaya memerintahkan anggota lain untuk datang ke lokasi guna melerai agar keributan tidak meluas," ujar Jro Komang.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, tidak terjadi aksi saling dorong maupun pemukulan. "Bahkan saat itu, kakek dari pemuda tersebut juga berada di lokasi dan permasalahan sempat didamaikan oleh pihak kepolisian yang hadir," lanjutnya.

Pihak Desa Adat mengaku heran karena kasus yang seharusnya sudah selesai di lapangan kini justru naik ke tahap penyidikan di Polres Karangasem. Kejanggalan lain muncul saat penyidik mengklaim adanya hasil visum.

"Kuasa hukum kami sudah meminta untuk melihat hasil visum tersebut, namun tidak diizinkan oleh penyidik. Kami mempertanyakan visum apa yang dimaksud, apakah memar atau trauma otot? Karena seluruh saksi yang ada di lokasi dengan tegas menyatakan tidak ada yang menyentuh atau melakukan kekerasan terhadap anak tersebut," tegas Jro Komang.

Senada dengan hal tersebut, anggota Jagabaya bernama Pageh menyatakan bahwa dirinya hadir di lokasi hanya untuk melerai. "Saya memegang Alit (saudara Sri Sukanadi) saat itu. Semua saksi menyatakan tidak ada yang melihat tindakan kekerasan fisik," ungkapnya.

Pihak Desa Bugbug menilai penanganan kasus ini kurang komprehensif karena status laporan tiba-tiba dinaikkan ke tahap penyidikan tanpa bukti yang jelas di lapangan. Mereka berharap pihak kepolisian dapat bekerja lebih transparan, termasuk menghadirkan Ketua Jagabaya, Made Sudiarta, dan Sri Sukanadi dalam proses selanjutnya untuk mengklarifikasi fakta yang sebenarnya.

"Kedatangan kami ke sini adalah bentuk solidaritas. Kami berharap penyidikan ini dilakukan dengan adil dan menyeluruh," tutup Jro Komang.

wartawan
AGS
Category

Dishub Badung Ubah Pola Arus Keluar Puspem, MRLL Diuji Saat Jam Pulang ASN

balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mulai menguji skema Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Rekayasa ini diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi saat jam pulang pegawai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

FGBMFI World Convention 2026 di Bali Dihadiri Delegasi dari 48 Negara

balitribune.co.id I Badung - The Full Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI) World Convention 2026 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali pada 13–15 Agustus 2026 akan dihadiri 1.400 hingga 1.500 delegasi dari 47 negara. Delegasi yang hadir merupakan pebisnis yang secara tidak langsung akan memberikan dampak positif bagi Bali sebagai tuan rumah konvensi dunia tersebut. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rumah Susun untuk Seniman, Menteri PKP Sebut Seniman Bali Pantas Diperhatikan

balitribune.co.id I Denpasar - Menteri Perumahan dan Kawasan Perumahan (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait membuat sejumlah terobosan untuk kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Tanah Air. Salah satunya dengan menghadirkan rumah susun untuk kalangan MBR di setiap daerah seperti rumah susun untuk pelaku seni di Bali kategori MBR. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.