Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lomba Burung Derkuku: Lestarikan Warisan Tradisi Leluhur

burung
Bali Tribune / LOMBA - Puluhan peserta antusias mengikuti Lomba Burung Derkuku yang kembali digelar Minggu (9/8/2026) di Taman Sangkur, Kelurahan Banjar Tengah, Negara.

balitribune.co.id | Negara - Suara derkuku bersahutan dari gantangan di Taman Sangkur, Kelurahan Banjar Tengah, Negara, Minggu (9/8/2026). Puluhan sangkar berjajar, sementara para penghobi menunggu suara burung masing-masing mengalun. Bukan sekadar ramai oleh bunyi, setiap suara yang terdengar menjadi bagian dari penilaian untuk menentukan kualitas irama dan keindahan nada.

Lomba burung derkuku kembali digelar di Jembrana. Sekitar 70 peserta ambil bagian dalam kegiatan yang menjadi ruang pertemuan penghobi sekaligus upaya menghidupkan kembali tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.Bagi Ketua Paguyuban Derkuku Lokal Jembrana, Putu Maruti (69), asal Banjar Rening, Desa Baluk, Negara, derkuku bukan sekadar burung peliharaan atau hobi.

Di balik suara khasnya terdapat seni yang sejak dahulu menjadi bagian dari tradisi masyarakat dan kini kembali dibangkitkan.“Lomba derkuku sebenarnya merupakan warisan tradisi luhur yang sudah ada sejak dahulu secara turun-temurun. Seni ini mulai dibangkitkan kembali sekitar lima tahun lalu, dan aktivitasnya semakin semarak serta diminati masyarakat dalam dua tahun terakhir,” ujar Maruti.

Di Kabupaten Jembrana, penghobi derkuku yang terdata secara resmi saat ini mencapai kurang lebih 80 orang. Jumlah tersebut menjadi bagian dari komunitas yang terus menjaga keberadaan seni derkuku melalui latihan bersama maupun perlombaan. Berbeda dengan lomba burung berkicau pada umumnya yang banyak mengandalkan volume dan keaktifan bunyi, penilaian derkuku lebih menitikberatkan pada keindahan irama nada.

Burung yang rajin berbunyi belum tentu menjadi juara apabila alunan nadanya tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan. “Sekalipun burung derkuku sangat rajin berbunyi, jika tidak memiliki irama yang pas, burung tersebut tidak masuk kategori juara,” jelas Maruti.
Penilaian dibagi dalam tiga tingkatan, yakni Bagus, Sangat Bagus dan Istimewa. Pada kategori Istimewa, burung memiliki struktur nada bagian depan, tengah dan ujung yang mengayun sempurna serta memiliki irama.

Setidaknya terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian juri. Pertama, keaktifan burung selama proses penilaian. Kedua, irama dan alunan suara yang harmonis serta merdu. Ketiga, struktur suara atau kualitas lagu yang dinilai secara menyeluruh, mulai dari bagian pembuka, variasi pada bagian tengah hingga penutup atau bagian ujung.

Karakter penilaian tersebut pula yang membedakan derkuku dengan perkutut. Pada lomba perkutut, penilaian antara lain didasarkan pada frekuensi atau jumlah bunyi dalam durasi tertentu, seperti kelas 150, 200 hingga 600 kali bunyi. Sementara pada derkuku, penilaian lebih menitikberatkan pada estetika dan keindahan irama alunan nada.

Dalam lomba di Taman Sangkur kali ini, peserta terbagi dalam dua kelas. Kelas Lokal diperuntukkan bagi derkuku lokal yang ditangkap atau berasal langsung dari alam. Sementara Kelas Bebas atau Dewasa Bebas diperuntukkan bagi derkuku hasil persilangan atau crossing.Untuk Kelas Lokal, seluruh 40 gantangan yang disediakan terisi penuh. Sedangkan Kelas Bebas terisi 34 gantangan. Dari masing-masing kelas ditetapkan 10 juara.

Perlombaan berlangsung dalam empat babak, dengan durasi masing-masing babak selama 35 menit. Selama proses tersebut, burung harus menunjukkan kemampuan suaranya di hadapan juri yang memiliki keahlian dan rekam jejak di bidang perlombaan burung. Dalam lomba kali ini terdapat perwakilan juri dari Denpasar dan satu juri yang berasal dari Jembrana.

Aktivitas komunitas derkuku di Jembrana tidak berhenti pada perlombaan. Latihan Bersama (Latber) dilaksanakan secara rutin setiap bulan, sedangkan event lomba utama digelar satu kali dalam setahun dengan dukungan dan pembiayaan Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Di tengah upaya menghidupkan kembali tradisi tersebut, ia juga menyebut keterlibatan generasi muda mulai terlihat.

Bagi Pemerintah Kabupaten Jembrana, keberadaan lomba derkuku juga berkaitan dengan upaya menjaga kelestarian burung. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara disela-sela kegiatan mengatakan kegiatan tersebut bukan semata-mata tentang hobi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan burung.

Ia mengajak komunitas derkuku turut berkontribusi dalam pelestarian burung Tekukur dan menghindari perburuan liar. Menurutnya, pelestarian tidak hanya ditujukan kepada satu jenis burung, tetapi seluruh jenis burung agar tetap lestari. “Tidak hanya burung Tekukur, tetapi semua jenis burung harus dijaga agar tetap lestari,” tandasnya.

Sapta Negara menyebut lomba derkuku merupakan salah satu kekayaan tradisi Jembrana yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, keberadaan event tersebut diharapkan terus dipertahankan sekaligus dikenalkan kepada masyarakat yang lebih luas. “Ini harus terus dilestarikan dan harus dikenalkan ke khalayak luas sehingga bisa berdampak positif bagi masyarakat Jembrana,” ujarnya.

Di antara deretan sangkar dan suara derkuku yang terus mengalun, tradisi itu kembali menemukan ruangnya. Dari sebuah hobi yang diwariskan lintas generasi, komunitas derkuku Jembrana mempertahankan seni mendengar dan menilai alunan nada, sekaligus menjaga agar warisan leluhur tersebut tetap hidup di tengah masyarakat.

wartawan
PAM
Category

Sempat Cekcok dengan Istri, Pria Asal Pemogan Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Purnama

balitribune.co.id I Gianyar - Seorang pria asal Lingkungan Dalem, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, yang diketahui bernama I Kadek Dedi Wiranata (35), ditemukan tidak bernyawa di pesisir Pantai Purnama, Sukawati.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat memberitahukan lokasi terakhirnya melalui pesan singkat WhatsApp dan  juga mengirimkan foto dua botol pembersih lantai ke istrinya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Musim Kemarau Melanda, Warga Desa Sinabun Kesulitan Dapatkan Air Bersih

balitribune.co.id I Singaraja - Musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Buleleng berdampak pada menurunnya debit sejumlah sumber mata air. Kondisi tersebut menyebabkan warga di beberapa desa mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Seperti yang dialami warga Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. 

Baca Selengkapnya icon click

Kunjungan Kapal Pesiar di Pelabuhan Celukan Bawang Tumbuh 25 Persen

balitribune.coo.id I Singaraja - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Cabang Celukan Bawang mencatat kinerja operasional yang positif hingga Juli 2026. Peningkatan terlihat dari arus kapal yang mencapai 1,48 juta Gross Tonnage (GT), atau tumbuh 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,32 juta GT.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Klarifikasi Perizinan, 4 Kafe di Desa Baha Dipanggil Satpol PP Badung

balitribune.co.id I Mangupura - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung memanggil pengelola empat kafe di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, untuk diminta klarifikasi terkait kelengkapan perizinan usaha pada Kamis (6/8/2026).

Langkah tersebut dilakukan menyusul hasil sidak yang digelar petugas pada Rabu (5/8/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click

Dana Pusat Dipangkas, DPRD Minta Pemkab Tabanan Genjot PAD

balitribune.co.id I Tabanan -  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan mendesak pemerintah daerah setempat untuk melakukan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2027.

Optimalisasi penerimaan dari sisi PAD itu dirasa perlu karena APBD Tabanan pada 2027 diproyeksi mengalami penurunan pendapatan, terutama akibat pemangkasan dana Transfer Ke Luar Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.