balitribune.co.id I Negara - Pekerjaan peningkatan kapasitas dermaga mengakibatkan kepadatan antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Kondisi tersebut pun akhir-akhir ini menjadi sorotan. Untuk mempercepat pergerakan kendaraan dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan, operasional kapal berkapasitas besar pada lintasan Ketapang–Gilimanuk kini dimaksimalkan.
Pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk telah berlangsung sejak Jumat (21/8/2026). Selama pekerjaan berlangsung, dilakukan penyesuaian pola operasi untuk menjaga kelancaran penyeberangan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan pengaturan operasional dilakukan secara dinamis mempertimbangkan kondisi trafik, kesiapan dermaga dan kapal, serta kondisi cuaca dan perairan.
Ia menyebut saat ini sebanyak 26 kapal mendukung pelayanan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk. “Kami terus berkoordinasi dengan regulator, kepolisian, dan stakeholder terkait untuk mengoptimalkan pola operasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Pengaturan trafik juga dilakukan pada area pelabuhan dan akses menuju pelabuhan, termasuk pemanfaatan area Bulusan sebagai buffer zone apabila diperlukan,” jelasnya.
Dalam beberapa hari terakhir, ia mengakui trafik kendaraan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk menunjukkan pola yang dinamis. Selain volume kendaraan yang bergerak secara fluktuatif, dikatakannya juga kondisi arus laut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses sandar kapal serta bongkar-muat kendaraan. Penyesuaian operasional ersebut dipastikannya dilakukan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan sebagai prioritas.
Pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan pengaturan dan pemantauan trafik, optimalisasi pola operasi kapal, serta pemanfaatan buffer zone untuk membantu menjaga kelancaran arus kendaraan. “Selama proses berlangsung, fokus kami menjaga pelayanan tetap berjalan dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia serta penyesuaian operasional secara responsif bersama regulator dan stakeholder terkait,” jelasnya.
Sementara itu Direktur Utama ASDP, Heru Widodo dalam rilis resminya mengatakan regulator dan pemangku kepentingan terkait terus melakukan langkah-langkah percepatan untuk mengoptimalkan kapasitas layanan penyeberangan serta mengurai kepadatan kendaraan di lapangan. Dikatakannya saat ini, sebanyak 25 kapal berkapasitas besar dioperasikan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk, termasuk mengerahkan tiga kapal bantuan.
“Saat ini, kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan, untuk mempercepat penguraian kepadatan. Kami juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan agar layanan pada lintasan ini semakin optimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ke depannya,” ujar Heru.
Kepadatan yang terjadi diakuinya tidak terlepas dari pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan daya dukung hingga 50 ton. Peningkatan kapasitas tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat keandalan infrastruktur penyeberangan serta mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
Selama proses pengerjaan berlangsung, juga diakuinya kapasitas layanan dermaga belum dapat beroperasi secara penuh seperti kondisi normal. Dalam kondisi normal, lintasan Ketapang–Gilimanuk dapat melayani hingga 28 kapal. Oleh karena itu, pengaturan pola operasi dan optimalisasi kapal menurutnya menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di Ketapang dan Gilimanuk selama periode pekerjaan berlangsung.