balitribune.co.id I Negara - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana masih terus memantau perkembangan pemulangan jenazah I Komang Tedy Arsa Biantara Putra, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Perancak yang menjadi korban kecelakaan maut di Guyana, Amerika Selatan.
Meski otoritas setempat telah menerbitkan surat kematian sejak Selasa (1/9/2026), jadwal penerbangan repatriasi menuju Indonesia hingga kini belum dipastikan.
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, Produktivitas dan Transmigrasi Diskerperind Jembrana, Putu Agus Arimbawa, menyatakan bahwa seluruh dokumen administrasi kematian almarhum sebenarnya sudah lengkap. Saat ini, jenazah masih disemayamkan dan diawetkan di Memorial Gardens Funeral Home and Crematorium di Guyana.
"Administrasi sudah lengkap, namun kami masih menunggu kepastian jadwal penerbangan. Proses repatriasi jenazah dari luar negeri membutuhkan maskapai dengan penerbangan langsung (direct flight) karena tidak bisa melakukan transit biasa," kata Arimbawa, Senin (7/9/2026) malam.
Komang Tedy meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun tiga kendaraan di Jalan Raya Timehri, Guyana, pada Jumat (27/8/2026) dini hari waktu setempat, sesaat setelah dijemput pihak perusahaan dari bandara. Tragedi tersebut juga menewaskan seorang WNI lainnya, Edy Ansyori Sukri. Tedy diketahui baru berangkat dari Bali pada 26 Agustus 2026 untuk bekerja di kapal offshore.
Sementara itu, jenazah PMI Jembrana lainnya, I Komang Yudi Sutawan asal Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, yang meninggal akibat sakit di Polandia, telah tiba di Bali pada Sabtu (5/9/2026) tengah malam dan langsung menjalani prosesi upakara di rumah duka. Kepala Diskerperind Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, mengonfirmasi bahwa almarhum yang bekerja di pabrik ayam di Polandia tersebut meninggal dunia akibat serangan stroke setelah sempat dirawat selama lima hari.