Fokus | Page 23 | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 02 Juli 2022

Bali Megarupa Membaca Peta Baru Seni Rupa Bali

balitribune.co.id | Seni yang tak pernah mati dan selalu menggeliat di Bali ialah dunia seni rupa. Bali telah lama membuktikan diri dalam seni yang satu ini. Di masa lalu, Bali adalah ‘destinasi’ bagi pelukis-pelukis nasional yang kini telah menjadi maestro, seperti Affandi, S. Soedjojono, Hendra Gunawan, Agus Djaja, Dullah Suweileh dan beberapa lagi yang lain. Beberapa di antara mereka bahkan menetap di Bali. 

Fokus | Submitted by contributor on Tue, 10/22/2019 - 05:35

ARMA dan Mega Ritus Nyoman Erawan

balitribune.co.id | Pemahaman museum sebagai ruang penyimpanan benda-benda khusus, tertentu dan bernilai, itu sudah benar. Tetapi pemaknaan ‘ruang penyimpanan’ saat ini tidak dapat lagi diartikan secara harfiah.

Fokus | Submitted by contributor on Sun, 10/20/2019 - 05:57

Menata Jaringan Informasi Desa

balitribune.co.id | Salah satu elemen penting yang kerap luput dari perhatian pemerintah di tengah geliat pembangunan desa dewasa ini adalah pentingnya memperbaiki sistem komunikasi dan informasi di desa.

Fokus | Submitted by contributor on Tue, 10/15/2019 - 13:02

JERO WACIK, SANG BATU KARANG

balitribune.co.id | Saya membaca kembali buku kecil nan tipis ini di tengah-tengah perdebatan seputar posisi KPK sebagai lembaga super-body yang memiliki kekuasaan hukum hampir tak terbatas. James Tampubolon, penyusun buku ini, dengan tepat menggambarkan salah satu bentuk kedigdayaan KPK tersebut ketika menjerat mantan Menteri Jero Wacik (JW).

Fokus | Submitted by contributor on Mon, 10/14/2019 - 09:29

Pendekatan Holistik Sistem Pertanian Berkelanjutan

Oleh: Ni Made Intan Maulina SP MP *)
 
Balitribune.co.id - Konsep pertanian berkelanjutan merupakan sebuah sistem usaha tani secara holistik, yang harus memenuhi empat kriteria yaitu, aspek ekonomi, ekologi, sosial dan budaya.
 

Fokus | Submitted by contributor on Mon, 10/07/2019 - 14:32

Konservatisme Agama, Pluralisme dan Demokrasi

balitribune.co.id | Di tahun-tahun awal era Reformasi muncul optimisme tinggi bahwa Indonesia akan menjadi role model bagaimana memadukan secara harmonis demokrasi sebagai sistem pemerintahan, dengan beragam nilai-nilai agama dan tradisi budaya sebagai basis pranata sosial masyarakat.

Fokus | Submitted by contributor on Wed, 10/02/2019 - 13:53