Diposting : 25 April 2017 18:19
redaksi - Bali Tribune
NU
Keterangan Gambar: 
AA Ngurah Gede Widiada saat menjadi narsum seminar kebangsaan yang digagas PMII Kota Denpasar bertema “Memperkokoh Wawasan Kebangsaan untuk Generasi Muda dalam Membangun NKRI”.

BALI TRIBUNE - Nahdlatul Ulama (NU) adalah ormas Islam besar di Indonesia sebagai pengawal kebhinnekaan bersama komponen bangsa lain yang cinta NKRI. Dalam upaya memperkokoh wawasan kebangsaan itu, mahasiswa NU di Bali menyelenggarakan seminar kebangsaan dengan menghadirkan narsum AAN Gede Widiada, salah satu tokoh politik yang menjunjung tinggi toleransi umat beragama di Bali.

Dalam seminar kebangsaan yang digagas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Denpasar bertema “Memperkokoh Wawasan Kebangsaan untuk Generasi Muda dalam Membangun NKRI”, Minggu (24/4), di Sundha Hotel Denpasar, anggota DPRD Kota Denpasar ini kembali dihadirkan.

Dalam kesempatan tersebut Widiada menegaskan, dialog kebangsaan yang digagas generasi mahasiswa NU di Bali ini merupakan terobosan positif di tengah dinamika kehidupan kebangsaan yang sedang bergerak amat dinamis belakangan ini.

Menurutnya, NU telah menjadi bagian penting masyarakat Bali yang telah membaur dalam keragaman sosial budaya. “NU adalah ormas Islam terbesar pengawal kebhinnekaan. Warga NU di Bali bahkan telah menyatu dalam kehidupan adat dan budaya Bali sehingga kita bisa hidup harmonis dalam kemajemukan sebagai modal kebanggaan dunia. Kita kokohkan kebangsaan ini bercermin dari kerukunan antarumat yang ada di Bali,” ujar Widiada yang juga penglingsir Puri Agung Peguyangan ini.

Sebagai kader dan pengurus Partai NasDem, Widiada meyakinkan, keberadaan partai politik (NasDem) ini sebagai organisasi politik pergerakan dengan spirit restorasi. Pergerakan NasDem sama dengan spirit pergerakan mahasiswa yang tergabung dalam PMII. “Sebagai sama-sama aktivis pergerakan, kita tak perlu terjebak dalam hiruk pikuk Pilkada DKI Jakarta maupun pilkada di daerah lain. Kita harus tetap berpegang teguh pada ungkapan Bung Karno bahwa cinta kepada repubik itu adalah cinta kepada kemanusiaan,” katanya mengutip Bapak Proklamator Bung Karno.

Agung Widiada mendorong kalangan generasi muda NU terus membangun dan memperluas komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat di Bali.

“Sesekali PMII perlu bersinergi dengan karang taruna untuk mendialogkan masalah kebangsaan agar dalam rangka memperkuat peran artikulator anak bangsa dalam membangun masa depan negeri ini lebih baik, termasuk membangun masa depan Bali yang lebih beradab dan bermartabat,” harapnya.

Ngurah Widiada memang dikenal sebagai tokoh politik yang menjunjung tinggi toleransi umat beragama di Bali. Kepiawaiannya dalam menjalin kebersamaan antarumat beragama pun menempatkan dirinya sebagai sosok yang sering didengar pendapatnya soal kedepankan persatuan dan kesatuan bangsa dalam upaya memperkokoh keberadaan NKRI ini.