Diposting : 9 May 2016 11:41
Djoko Moeljono - Bali Tribune
remaja
Keterangan Gambar: 
CINCO DE MAYO – Sejumlah wisatawan asal Mexico yang tengah berlibur di Bali, menggelar Pesta “Cinco de Mayo” di Samudera Restaurant GIRH, Kuta, sebagai hari kemenangan atas perlawanan tentara Mexico.

Suasana 69 Bar di Samudera Rastaurant Grand Istana Rama Hotel (GIRH), Kuta, mendadak meriah oleh hiburan Latin Mexico Live Band saat mengiringi para anggota “Sani Sini Nongkrong” (Sansino) ketika merayakan anniversary-nya di atas panggung berukuran (5x4) meter persegi.

Selepas sang mentari “tenggelam” di ufuk barat Pantai Kuta, akhir pekan lalu, segerombolan pemuda asal Mexico yang tengah berlibur di Bali, kumpul di Samudera Restaurant GIRH untuk merayakan “Cinco de Mayo”. Pesta “Cinco de Mayo” merupakan perayaan yang diperingati setiap tanggal 5 Mei oleh warga Mexico sebagai hari kemenangan atas perlawanan tentara Mexico.

Untuk merayakannya, biasanya mereka (warga negara Mexico) menggelar pesta dan jamuan makan malam secara meriah diiringi tari-tarian khas Mexico. “Kami menyediakan sejumlah tipe Mexican food dalam kemasan special Mexican dinner dan siap menghadirkan nuansa perayaan “Cinco de Mayo” dengan menyajikan makanan, minuman, maupun hiburan Latin dance ala Mexico,” ujar I Ketut Darmayasa, SIPem., FB Director GIRH, kemarin.

Dengan dress code yang colorful dari para tamu yang hadir, termasuk kehadiran puluhan anggota Sansino dengan uniform putih menambah semarak perayaan “Cinco de Mayo”. “Selain turut menyemarakkan “Cinco de Mayo”, kami juga merayakan HUT ke-2 Sansino Tabanan,” ujar Putu Antika, S.Kes., yang akrab disapa Wishky, selaku Ketua Sansino Tabanan, didampingi rekannya Made Putra.

Ketut Darmayasa, selaku Ketua Induk Sansino Bali menjelaskan bahwa Sansino adalah sebuah organisasi yang lebih bersifat persaudaraan dengan lebih condong kepada kegiatan suka duka. Sansino Bali terbentuk pada 3 Juni 1995, di desa pekraman Tunju, Gunungsari, Seririt, Kabupaten Buleleng.

“Seiring perjalanan waktu, kini anggota Sansino sudah tersebar di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Adapun kegiatan selama ini lebih bersifat suka duka dan sering melakukan aksi sosial, seperti pembuatan tapal batas desa, tirta yatra, dan lain-lain,” jelas Darmayasa, didampingi Wayan Armoda (sekretaris) dan I Gede Setiawan, SSos., (bendahara).