Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 29 March 2018 17:32
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
kelulusan
Keterangan Gambar: 
Ujian – Sejumlah siswa SMP di Denpasar mengikuti ujian beberapa waktu lalu.
BALI TRIBUNE - Ribuan siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Denpasar bakal mengikuti Ujian Nasional (UN) yang akan berlangsung pada 23 hingga 26 April 2018 mendatang. 
 
Namun demikian, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar memastikan tak semua sekolah di Denpasar siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
 
Dari total 71 sekolah SMP yang ada di Denpasar, hanya sebanyak 29 sekolah yang telah menyatakan siap  untuk menggelar UNBK. Sementara sisanya yakni sebanyak 42 sekolah akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). “Data tersebut didasari atas kesiapan masing-masing sekolah, terutama ketersedian sarana dan prasarana penunjang seperti komputer dan server,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar, I Wayan Gunawan ditemui di Denpasar pada Rabu (28/3).
 
Lebih lanjut Gunawan mengungkapkan, meski belum semua sekolah siap menggelar UNBK, namun jumlah sekolah yang mengikuti UNBK Tahun ajaran 2017/2018 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari data yang ada, sekolah yang mengikuti UNBK Tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 12 sekolah yang meliputi 3 SMP Negeri dan 9 SMP swasta. 
 
“Walaupun belum 100 persen sekolah mengikuti UNBK, tetapi peningkatan jumlah SMP yang mengikuti UNBK cukup signifikan. Ini merupakan suatu bukti bahwa peningkatan faktor penunjang keberlangsungan pendidikan semakin baik,”ujarnya.
 
Dikatakan Gunawan, untuk jumlah peserta ujian nasional berjumlah 13.442 orang. Dalam ujian nasional ini ada dua jenis, yakni melalui UNBK dan satu lagi UNKP. Untuk SMP peserta UNBK sebanyak 29 sekolah terdiri dari SMP Negeri sebanyak 8 dan SMP swasta 21 sekolah. Untuk UNKP diikuti 40 sekolah, terdiri dari 4 SMP negeri dan 36 SMP swasta. Dari sebanyak 71 SMP terdapat satu sekolah yang melaksanakan UNBK bergabung dengan sekolah lain yakni SMP Bhaktivedanta Dharma bergabung dengan SMPN 1 Denpasar. 
 
"Sedangkan pelaksanaan UNKP terdapat satu sekolah yang bergabung yakni SMP Pertiwi Dewata bergabung dengan SMP Kusuma Sari,” jelasnya.
 
Tidak siapnya sekolah dalam mengelar UNBK, kata Gunawan disebabkan karena tidak semua sekolah memiliki komputer dan sarana lainnya seperti wifi. Selain itu tentunya, anak-anak membutuhkan penyesuaian ketika ujian menggunakan komputer. 
 
Tidak hanya cara pemakaian, tapi juga  tahap-tahapannya. Sarana yang dibutuhkan dalam UNBK selain komputer juga ada wifi dan jaringan yang kuat beserta listrik yang memadai. Guna terus meningkatkan pendidikan di Kota Denpasar, kedepan pihaknya berharap seluruh SMP di Kota Denpasar dapat melaksanakan UNBK.
 
“Kedepan kita berharap semua SMP di Denpasar dapat melaksanakan UNBK. Namun tentunya harus didukung sarana prasarana pihak sekolah serta kesiapan siswa untuk menguasai computer,” harap Gunawan.
 
Ujian nasional akan berlangsung pada 23 -26 April 2018 dengan mata pelajaran meliputi matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA. Ujian susulan dilaksanakan 8 sampai 9 Mei mendatang  dengan pelaksanaan pengumuman kelulusan pada 23 Mei.