Bali Tribune, Rabu 20 Juni 2018
Diposting : 27 November 2017 19:01
Redaksi - Bali Tribune
Vukanik
Keterangan Gambar: 
BAGI MASKER - Abu Vukanik Gunung Agung mengerimis, pembagian masker dilakukan di sejumlah titik di Gianyar.

BALI TRIBUNE - Meski semburan awan pekat erupsi Gunung Agung mengarah ke timur, abu vulkanik sudah diraskan bertebaran di Wilayah Gianyar, Minggu (26/11). Sejumlah kawasan khususnya di Gianyar Timur, wilayah Kota  dan  Gianyar Utara merasakan dampaknya. Pemotor serta pejalan kaki mewajibkan diri menggunakan masker. Sementara sejumlah warga menggaku merasa perih di bagian mata sehingga harus sering kali cuci muka.

Pantuan Bali Tribune, hujan abu ini paling dirasakan di wilayah Kota Gianyar, di pagi hari. Di Pasar Gianyar, motor pengunjung pasar yang  parkir beberapa menit sudah terlihat berdebu. Sejumlah warga yang kebetulan melintas di jalanan mengaku mengalami mata perih akibat abu tersebut. Atas kondisi ini, mereka pun tampak mengenakan kacamata untuk menghindari kelilipan.

Salah seorang ibu rumah tangga, Ni Ketut Aggreni, mengaku baru menyadari jika matanya yang perih itu akibat hujan abu vulkanik Gunung Agung yang sampai ke Gianyar. Awalnya, dia menyangka jika sakit mata merah, namun ternyata ada hujan abu. “Saya terpaksa memakai kacamata karena mata saya perih akibat adanya hujan abu vulkanik ini," terangnya.

Kondisi ini langsung disikapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar dengan melakukan aksi bagi-bagi masker bagi pengguna jalan di sejumlah ruas jalan di Gianyar. Seperti yang tampak di perempatan Bitera, Gianyar. Petugas dari BPBD, PMI dan Dinas Kesehatanlangsung menghentikan sejumlah pengendara motor yang belum menggunakan masker. Pembagian ini dilakukan untuk menghindari warga dari dampak abu vulkanik Gunung Agung tersebut. 

Kepala BPBD Gianyar AA Gde Oka Digjaya mengatakan, pembagian masker ini sudah dilakukan sejak pukul 08.30 di sejumlah ruas jalan di Gianyar. Dia menyebutkan, saat ini sudah ada sebayak 10 ribu masker yang nantinya akan dibagikan menyesuaikan kebutuhan. “ Syukurnya,  banyak warga malah sudah secara sadar mengenakan masker sendiri dari rumahnya untuk mengantisipasi hujan abu,” terangnya.

Dirinya menegaskan, pascaerupsi Gunung Agung yang menyemburkan abu vulkanik, sebagian kawasan Gianyar memang dihujani abu. Khususnya di Gianyar kawasan Timur dan Utara. Pihaknya tetap akan menyiagakan petugas untuk mengantisipasi dampak semburan abu vulkanik ini.  Pusat pembagian masker sementara, dilakukan di kawasan Sidan dan Biteran. Sebab menurut dia, abu vulkanik hingga saat ini, baru sampai hingga di Gianyar bagian Utara dan Timur saja. “Ada sekitar 10 ribu masker yang  kami siapkan dan akan dibagikan kepada setiap pengguna jalan yang tidak membawa masker,” jelaasnya.