Diposting : 11 January 2019 23:15
redaksi - Bali Tribune
ALTERNATIF - Akses jalan alternatif yang dibangun oleh BPBD dan Dinas PU di dekat jembatan yang hanyut terbawa derasnya banjir.
BALI TRIBUNE - Pasca putusnya akses jalan menuju Obyek Wisata Rumah Pohon di Banjar Apad Sari, Desa Batudawa Kaja, Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, akibat terjangan banjir lahar hujan Minggu (6/1) sore, warga di Desa Batudawa Kaja terus berupaya membuka akses jalan alternatif untuk mengevakuasi ratusan warga yang masih terjebak di sekitar rumah pohon. 
 
Berdasarkan informasi, Kamis (10/1), saat ini akses jalan alternatif sudah berhasil dibuka oleh warga dengan bantuan petugas dari BPBD Karangasem. Perbekel Desa Tulamben I Nyoman Ardika kepada wartawan kemarin menjelaskan, terkait dengan amblasnya jalan menuju Banjar Apad Sari tersebut sejumlah angota dari BPBD Karangasem dan Dinas PU Karangasem langsung tanggap turun ke lokasi guna membuka akses jalan alternatif dengan cara mengeruk tanah di sekitar sungai menggunakan alat berat agar masyarakat di Banjar Apad Sari bisa melewati akses jalan yang terputus itu.
 
“Paling tidak sementara ini masyarakat di Banjar Adat Apad Sari sudah bisa melewati jalan tersebut setelah sempat terisolasi,” ungkapnya. Dengan akses jalan alternatif itu kata dia saat ini masyarakat di Desa Batudawa Kaja sudah bisa melaksanakan kegiatan perekonomian utamanya para petani yang memasarkan hasil pertanian mereka ke sejumlah pasar di Kubu, Abang dan Karangasem.
 
Sebelum dibukanya jalan alternatif itu, sekitar 150 KK di Banjar Apad Sari terisolir dan tidak bisa melakukan aktifitas perekonomian mereka, pun termasuk belasan mobil wisatwan yang saat itu tengah berwisata ke Rumah Pohon di banjar Apad Sari juga sempat terjebak hingga hampir satu hari sebelum kemudian kendaraan mereka berhasil dievakuasi sesaat setelah jalan alternatif tersebut dibuka oleh Dinas PU dan BPBD.
 
“Itu merupakan satu-satunya akses jalan utama warga kami di Banjar Adat Apad Sari, untuk itu kami berharap kepada pemerintah bisa membangun kembali jembatan penghubung yang terputus akibat terjangan banjir bandang tersebut,” pintanya. Apalagi jalan tersebut juga merupakan satu-satunya akses utama menuju Obyek Wisata Rumah Pohon.
 
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa kepada koran ini mengaku pihaknya akan menggelar rapat dengan instansi terkait pada Kamis kemarin. “Itu masuk prioritas utama karena akses jalan itu merupakan satu-satunya jalur evakuasi warga jika terjadi erupsi Gunung Agung,” ucapnya.
 
Dalam rapat itu nantinya akan diputuskan apakah perbaikan atau pembangunan jembatan itu akan dianggarkan dari dana Belanja Tak Terduga ataukan dengan cara menggeser anggaran yang ada. Sebab kata dia tanggap darurat itu ada batas waktunya, yang pasti kata dia pihaknya akan berupaya membangun atau memperbaiki akases jalan yang terputus itu sesegera mungkin. “Kalau Gunung  Agung landai sih kita masih punya waktu cukup banyak, tapi takutnya kan tiba-tiba aktivitas Gunung Agung meningkat jadi kita juga harus bergerak cepat,” tutupnya.