Diposting : 19 July 2019 13:15
Agung Samudra - Bali Tribune
Bali Tribune/ ANTRI-Ratusan warga Desa Sulahan Kecamatan Susut Bangli menunggu giliran di Kantor Desa setempat guna pengambilan Kartu Keluarga Sejahtera,Kamis (18/7)kemarin.
balitribune.co.id | Bangli - Ratusan warga memenuhi kantor Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli, Kamis (18/7) kemarin. Berlangsung sejak pagi, kehadiran warga tersebut guna penerimaan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)dari pemerintah.
 
Kasi Pendataan Kelembaan dan Kemitraan Dinas Sosial Kabupaten Bangli, Neneng Setiawati disela-sela kegiatan kemarin mengatakan,pembagian KKS untuk warga di wilayah Kecamatan Susut berlangsung sejak Rabu (16/7) lalu.
 
Neneng Setiawati menjelaskan, bagi pemegang KKS berhak atas bantuan non tunai dari pemerintah sebesar Rp110 ribu setiap bulan.
Adapun bantuan non tunai dimaksud ungkap Neneng Setiawati nantinya akan ditukar dengan beras dan telur senilai dengan jumlah dimaksud.
 
"Untuk penukaran bisa di lakukan di e-warung atau warung-warung resmi yang ditunjuk oleh pemerintah. Saldo ditukarkan untuk beras dan telur,”terangnya.
 
Lebih jauh Neneng menjelaskan, terkait masa berlakunya bantuan non tunai melalui KKS itu adalah 3 bulan. 
“Artinya,penerima KKS diberikan waktu tiga bulan untuk menukarkan,jika dalam jangka waktu tersebut tidak dimanfaatkan maka saldo akan kembali ke pemerintah,”jelasnya.
 
Namun demikian ungkap Neneng, saldo yang telah kembali ke pemerintah tersebut dapat diajukan kembali oleh penerima KKS.
"Untuk itu ada proses pengajuan. Hal tersebut sudah tertuang dalam system informasi kesejahteraan sosial," ungkapnya. 
Terkait pembagian KKS selain di Kecamatan Susut pembagian juga telah dilaksanakan di Kecamatan Bangli. Khusus Kecamatan Susut, selain Desa Sulahan, pembagian juga dilaksanakan di Desa Abuan. 
 
“Untuk Kecamatan Bangli pembagiannya dipusatkan di kantor Dinas Sosial. Dalam hal ini kami hanya memfasilitasi saja karena, pembagian kartu dilakukan oleh pihak bank," ucapnya.
 
Disebutkan,agar yang bersangkutan bisa hadir di lokasi yang telah ditentukan, sebelum pembagian para penerima KKS terlebih dahulu memperoleh pemberitahuan oleh pemerintah desa terkait. 
 
"Jika ada yang tercecer nantinya akan diusulkan kembali. Begitu pula jika calon penerima dinilai sudah ada peningkatan ekonomi KKS tidak akan diberikan," kata Neneng.
 
Usai di Kecamatan Susut, pembagian KKS akan dilaksanakan di Kecamatan Kintamani. Mengingat jumlah desa serta jaraknya, pembagian KKS di Kecamatan Kintamani diprediksi akan memakan waktu yang tidak singkat.
 
Adapun rincian penerima KKS di masing-masing kecamatan di Kabupaten Bangli adalah, Kecamatan Bangli sebanyak 752 penerima, Kecamatan Susut 779 penerima, Kecamatan Tembuku 876 penerima dan Kecamatan Kintamani 1.847 penerima. 
 
Untuk program ini, Kecamatan Bangli terdata sebanyak 768 penerima, Kecamatan Tembuku 566 penerima, Kecamatan Tembuku 853 penerima dan Kecamatan Kintamani 1.335 penerima. (u)
https://www.instagram.com/hondafansbali/