Bali Tribune, Jumat 20 Juli 2018
Diposting : 27 October 2017 21:54
Redaksi - Bali Tribune
kepariwisataan
Keterangan Gambar: 
SEMINAR - Wabup Karangasem I Wayan Artha Dipa saat membuka seminar kepariwisataan di wantilan Kantor Bupati Karangasem.

BALI TRIBUNE - Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa buka seminar Penyusunan Kajian Pengembangan Desa Wisata dan Kajian Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kab. Karangasem dengan narasumber dari unsur Fakultas Pariwisata Universitas Udayana I Nyoman Sukma Arida dan Ibu Putri Sanjiwani. Seminar yang berupaya untuk mempersiapkan akan kemajuan pariwisata Karangasem dimasa datang serta agar mampu menjawab tantangan dalam pengembangan kepariwisataan melalui konsep yang jelas dan terarah, bertempat di Wantilan Kantor Bupati, Kamis ( 26/10).

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pariwisata bekerjasama dengan Tim Pengkaji dari Fakultas Pariwisata Uund dihadiri pula Kepala OPD dan camat se-Kabupaten Karangasem, Tim Ahli Bupati, Ketua Asita dan HPI Bali, Ketua MMDP dan PHDI Karangasem, Ketua PHRI, IHGMA, Gahawisri Karangasem, CI Indonesia, Tim Peneliti, Lurah Subagan, para Perbekel seperti Nongan, Tenganan dan Sibetan, Bendesa Pakraman Jasri, Tenganan, Nongan dan Sibetan serta Para Pelaku Pariwisata, Desa Wisata dan Pengelola Obyek Wisata.

Wabup Artha Dipa dalam paparannya menyampaikan, Kabupaten Karangasem sebagai daerah tujuan wisataa dengan beragam warisan budaya yang ada, memiliki tantangan besar dalam mempertahankan konsep pariwisata budaya yang berlandaskan Agama Hindu. “Kekuatan seni budaya dan adat istiadat serta aktifitas spiritual yang melekat dalam kehidupan masyarakat Karangasem menjadi modal utama dalam menjaga keberlanjutan pariwisata di Karangasem,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjut Artha Dipa menyampaikan, selama ini kebijakan ataupun fokus pengembangan pariwisata secara umum cenderung menitik beratkan pada nilai kuantitas yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi semata, seperti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Namun hal lain yang harus menjadi pertimbangan juga yakni bahwa tidak selamanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan akan berdampak positif terhadap kondisi destinasi wisata yang ada, tanpa memperhatikan daya dukung dalam upaya pengembangan pariwisata yang berkualitas.

Ditambahkan Artha Dipa, Penyusunan Kajian melalui Penelitian yang dilaksanakan Fakultas Pariwisata Unud ini tentu menjadi salah satu langkah untuk melahirkan konsep dan pedoman bagi pemangku kepentingan dibidang pariwisata dimasa-masa mendatang, “Hasil kajian sebagai dasar lahirnya Ranperda tentang desa wisata dan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan, tentunya sudah ditunggu-tunggu dan akan menjadi payung hukum dan pedoman dalam memajukan dan mengembangkan kepariwisataan di Karangasem,” pungkasnya.

Kadis Pariwisata Karangasem I Wayan Astika dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini diharapkan mampu mengidentifikasi potensi desa wisata sebagai daya tarik wisata serta menganalisis kekuatan serta kelemahan, peluang dan tantangan juga apa ancamanya sehingga dapat dirumuskan strategi pengembangannya kedepan sebagai daya tarik pariwisata alternatif dan konsep pembangunan kepariwisataan berkelanjutan di Karangasem.