Diposting : 4 May 2017 20:53
release - Bali Tribune
inacraft
Keterangan Gambar: 
INACRAFT 2017 - Ny Ayu Pastika (kiri) di stand Dekranasda Provinsi Bali di ajang INACRAFT 2017 yang dihelat di Jakarta Convention Center, 26-30 April lalu.

BALI TRIBUNE - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Ny Ayu Pastika beker jasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali mengikuti pameran kerajinan terbesar di Indonesia yang dikenal dengan nama INACRAFT 2017, di Jakarta Convention Center, 26-30 April 2017 lalu.

“Dalam pameran ini Dekranasda Bali serta Dekranasda di 8 Kab/Kota kecuali Kabupaten Klungkung yang tidak bisa ikut, mempromosikan kerajinan yang berkembang di Bali agar seluruh masyarakat Indonesia mengetahui produk-produk kerajinan Bali yang mampu bersaing dengan produk-produk unggulan daerah lain,” ujar Ayu Pastika, belum lama ini.

Ayu Pastika mengungkapkan bahwa pameran yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicrafts Indonesia (ASEPHI) yang beker jasama dengan pemerintah merupakan kegiatan yang sangat strategis untuk mendorong para pengerajin memberikan atau menghasilkan karya yang dinamis, tidak menoton dalam desain, dan mampu membaca selera pasar.

Dia berharap para pengrajin dapat terus memacu diri untuk mengembangkan inovasi dan kreatifitas, namun tetap memenuhi pakem yang ada. “Saya harap para pengrajin berani berinovasi jangan berpatokan pada motif itu saja. Lihat tren yang berkembang di pasar, kemudian sesuaikan dengan pakem yang berlaku di Bali,” tegasnya.

Ayu Pastika menyampaikan bahwa produk unggulan yang ditampilkan Bali dalam pameran ini adalah endek tulis prada yang merupakan gagasan dari pengerajin Anak Agung Indra Dwipayani pemilik dari Agung Bali Collection. Selain itu, produk-produk endek, tenunan serta kerajinan perak juga ditampilkan dalam pameran tersebut.

Ayu Pastika berharap, dengan diikutkannya para pengrajin dalam pameran terbesar yang rutin digelar tiap tahun ini dapat memacu pengrajin dalam menghasilkan produk baru yang lebih inovatif dan dapat bersaing dengan pasar domestic maupun internasional. Untuk diketahui, INACRAFT 2017 ini

mengusung Tema “From Smart Village to Global Market”.

Ajang ini dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Sebanyak 1.400 peserta terdiri dari pengusaha, produsen dan pengrajin dari berbagai daerah. Selain itu, pameran ini juga dikunjungi oleh seribuan buyer dari 22 negara termasuk 12 negara anggota AHPADA (ASEAN Handicrafts Promotion and Development Association).