Diposting : 22 July 2016 15:21
habit/adv - Bali Tribune
JKBM
Keterangan Gambar: 
I Dewa Gede Mahendra Putra, SH, MH

Denpasar, Bali Tribune

Melalui sejumlah upaya dan pelaksanaan berbagai program pembangunan, Bali berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 218.790 orang atau 5,25 persen pada September 2015 menjadi 178.180 orang atau 4,25 persen pada periode Maret 2016. Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra,SH.MH menyitir rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Bali dalam keterangan persnya, Kamis (21/7).

Lebih jauh, Dewa Mahendra menuturkan bahwa mengacu hasil survei BPS, penurunan angka kemiskinan secara simultan terjadi di daerah perkotaan dan pedesaan. Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang sebanyak 18.800, dari 115.800 orang pada bulan September 2015 menjadi 96.980 orang pada Maret 2016. Hal yang sama juga terjadi di wilayah pedesaan yang mengalami penurunan sebanyak 21.800 orang, dari 102.990 orang pada September 2015 menjadi 81.200 orang pada Maret 2016.

Menurut Dewa Mahendra, trend positif ini cukup menggembirakan dan merupakan sebuah indikator keberhasilan berbagai program Bali Mandara yang memang diarahkan untuk menekan angka kemiskinan. Namun demikian, hal ini tak lantas membuat jajaran Pemprov Bali berpuas diri. Sebagaimana harapan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Bali menargetkan angka kemiskinan dapat diturunkan hingga tersisa 1 persen. “Angka ini tidak otomatis menjadikan kita lekas berpuas diri, kita akan genjot terus pelaksanaan program Bali Mandara di samping juga program pendukung seperti peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana. Mudah mudahan angka kemiskinan selanjutnya dapat semakin ditekan,” ujarnya.

Bertolak dari target tersebut, data yang disajikan BPS akan menjadi motivasi bagi jajaran Pemprov untuk mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program Bali Mandara seperti Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), Bedah Rumah, Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri), Beasiswa Miskin, Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbangsadu), Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) serta program lainnya yang bermuara pada penuntasan angka kemiskinan.