Bali Tribune, Sabtu 23 Juni 2018
Diposting : 13 January 2018 20:09
Djoko Purnomo - Bali Tribune
PBSI
Keterangan Gambar: 
Made Darmiyasa

BALI TRIBUNE - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) hanya memberikan jatah dua kali event berskala nasional pada Pengprov PBSI Bali digelar di Pulau Dewata selama tahun 2018 ini. Dua event tersebut yakni Sirkuit Nasional (Sirnas) Junior dan Sirnas Seri A untuk kategori Remaja - Usia Dewasa.

"Bagi kami dua event itu sudah cukup bagus untuk merangsang geliat dunia bulutangkis di Bali. Sebab, itu juga melalui proses perjuangan agar bisa ditunjuk selaku host/tuan rumah Sirnas," ucap Sekum Pengprov PBSI Bali, Made Darmiyasa di Denpasar, Jumat (12/1).

Ditunjuknya Bali sebagai tuan rumah Sirnas, kata Darmiayasa, memang upaya PBSI Bali untuk terus mengambil momen dalam upaya sebagai tuan rumah/penyelenggara. Sebab, dengan menyandang predikat selaku tuan rumah diyakini dapat mengirimkan atletnya lebih banyak.

Sebab, jika event dihelat di luar Bali, hanya sebagian kecil pebulutangkis asal Bali yang ikut kejuaraan. Itu berbekal dari pengalaman tahun ke tahun. "Makanya kami intens melakukan lobi, agar bisa ditarik diselenggarakan di Bali, dan saat event dihelat di Bali peserta asal Bali jadi bisa lebih banyak," tandas Darmiyasa.

Dengan otomatis jam terbang akan bertambah dan dapat rival pebulutangkis yang tangguh asal luar Bali nantinya. Soal lokasi penyelenggaraan, versi Darmiyasa hanya fokus tertuju pada GOR Lila Bhuana Denpasar.

Menurut Darmiyasa, GOR Lila Bhuana terbaik untuk menghelat kejuaraan bulutangkis. Terlepas dari banyak kekurangannya yang belum representatif sesuai standar untuk menggelar pertandingan bulutangkis. Namun, tetap dimanfaatkan karena Bali hanya memiliki GOR Lila Bhuana.

Ditambahkan, soal kapan pelaksanaannya, itu masih menunggu kalender resmi dari PP PBSI. Jadwal juga menyesuikan dengan kondisi di Bali. Termasuk dicarikan waktu agar daerah provinsi luar Bali bisa ikut dua event tersebut di Bali.

Dikatakan, selama pelaksanaan digulirkan di Bali, antusias peserta cukup tinggi ikut kejuaraan. Itu juga didukung faktor daerah Bali yang welcome terhadap perkembangan olahraga dengan balutan program sport tourism.

"Saya harap mudah-mudahan semakin banyak pebulutangkis Bali muncul di dua event tersebut. Sebab, saat ini sudah ada 4 pebulutangkis asal Bali masuk klub elit di Indonesia," kata Darmiyasa.

Empat pebulutangkis asal Bali itu, yakni Komang Ayu Cahya direkrut masuk PB Djarum, Komang Triadnya Arya Kurniawan PB Jaya Raya, Gede Pasek Ekyana PB Exist, dan Deva Bramantya. Mereka merupakan regenerasi setelah Ni Made Pranita Sulistya Devi atau Ade dan Made Deya Surya Saraswati yang biasa disapa Deya.