Bali Tribune, Senin 18 Juni 2018
Diposting : 15 November 2017 18:11
Djoko Purnomo - Bali Tribune
pereli
Keterangan Gambar: 
Nyoman Seniweca

BALI TRIBUNE - Bali menjadi tempat hajatan Kejuaraan nasional (kejurnas) reli wisata seri VI 2017, 18 November mendatang. Puluhan pereli nasional dan lokal Bali bakal bersaing menjadi yang terbaik di hajatan tersebut.

Ketum Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali I Nyoman Seniweca bersama Sekum Putu Yuda Suparsana, Selasa (14/17) mengatakan, pereli luar Bali yang dipastikan hadir mengikuti kejurnas, yakni dari Makassar, NTB, Jatim, Jateng, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jabar, Sumsel, Kaltim dan Kalteng.

"Kami memang akui jika pereli Bali banyak kendala di kejurnas reli ini. Faktor utamanya adalah soal waktu untuk mengikuti reli ini yang tidak banyak,  makanya pereli Bali tidak mendominasi. Namun, kami sangat apresiasi keikutsertaan mereka," ujar Seniweca diamini Putu Yuda Suparsana.

Adapun rute yang akan ditempuh para pereli nanti yakni Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Dan tidak menutup kemungkinan akan melintasi wilayah Bangli juga. Rinciannya disebutkan yakni menempuh jarak  180 km dengan 2 etape. Masing-masing etape terdapat 2 trayek. Adapun disebutkan keduanya, saat ini pereli yang nilainya paling tinggi hingga seri ke-VI adalah pebalap bernama Geri Ruisanto dari klub FBRT Jatim.

"Reli nanti berlangsung sehari. Start mulai pukul 9 pagi, dan kemungkinan bisa berakhir hingga tengah malam. Karena, kecepatan rata-rata pebalap itu diharuskan 20 km/jam," imbuh keduanya.

Lanjut Seniweca, kejurnas itu bukanlah single event yang bakal digelar. Pasalnya, Pengprov IMI Bali menyelenggarakan juga acara dengan ruang lingkup lebih luas dengan melibatkan pecinta otomotif, khussusnya di Bali.

Ajang itu bertajuk Bali Auotomotive Fiesta (BAF) 2017 yang berlangsung selama dua hari mulai 18-19 November yang dipusatkan di Pantai Mertasari, Sanur. Dan, kejurnas reli itu termasuk dari rangkain kegiatan itu.

"Nah di BAF itu, digelar berbagai kegiatan seperti Rolling Thunder, Kejuaraan freestyle, musik, modifikasi motor (kontes), foto hunt dan lainnya. Jadi bisa dibilang wadahnya pecinta otomotif di Bali dalam satu tempat," tegasnya.

Dan yang paling penting dikatakannya adalah sosialisasi keberadaan IMI ini terutama kepada masyarakat umum serta pihak-pihak terkait.