Bali Tribune, Senin 28 Mei 2018
Diposting : 20 March 2018 12:54
Khairil Anwar - Bali Tribune
paus
Keterangan Gambar: 
MENYENGAT – Bangkai ikan paus jenis Sperma yang terdampar di pantai, membuat warga Desa Bungkulan, Sawan, Singaraja geger karena baunya menyengat hidung.

BALI TRIBUNE - Warga pesisir pantai Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng dihebohkan dengan adanya bangkai ikan paus jenis Sperma. Bangkai mamalia raksasa itu terdampar Senin (19/3) sekitar pukul 09.30 Wita dan menjadi tontonan warga.

Tidak itu saja, bangkai paus yang juga disebut paus Kepala Kotak  (Physeter Macrocephalus), yang diperkirakan mati seminggu lalu itu mengeluarkan bau busuk cukup menyengat. Warga sekitar menjadi terganggu akibat bau busuk yang dikeluarkan. Kepolisian setempat merespons dengan menarik kembali bangkai mamalia itu ke tengah laut.

Pantauan di lapangan, hewan mamalia laut itu kulitnya terlihat mulai mengelupas dengan isi perut yang sudah terburai. Sejumlah pihak dari kepolisian dan Dinas Perikanan dan Kelauatan (Diskanla) Kabupaten Buleleng bersama akademisi Iwan Setia dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja langsung melakukan pemeriksaan terhadap bangkai paus itu.

Hasilnya, paus jenis Sprema dengan panjang 15 meter dan bobot 10 ton itu diperkirakan mati seminggu lalu. Hanya belum diketahui penyebab matinya mamalia langka itu. Diduga perut paus robek akibat dimangsa mamalia laut lainnya seperti ikan hiu.

“Diperkirakan paus ini mati seminggu lalu. Ini bisa dilihat pada perut ikan paus yang sudah robek  terbuka dan hancur terburai. Kemungkinan dimakan ikan hiu pada bagian perut itu,” ujar Iwan Setia.

Sementara itu,dari kepolisian bersama unsur pengamanan laut lainnya melakukan upaya agar bangkai paus itu dapat diseret kembali ke tengah laut untuk ditenggelamkan.

Kasat Pol Air Polres Buleleng,AKP I Putu Aryana saat dikonfirmasi membenarkan bangkai hewan mamalia itu akan ditarik dan lanjut ditenggelamkan ke dasar laut.”Kami merespons keresahan warga sekitar yang terganggu oleh bau menyengat dari bangkai hewan itu. Karena itu, bersama nelayan kami tarik bangkai paus itu ke tengah laut untuk ditenggelamkan. Baunya cukup menyengat,” tandasnya.