Diposting : 16 June 2016 15:37
redaksi - Bali Tribune
pesawat
Keterangan Gambar: 
BOEING - Bangkai pesawat Boing 737 series 400 yang terparkir memenuhi badan jalan di kawasan Jalan Bay Pas IBMantra menjadi tontonan warga.

Gianyar, Bali Tribune

Arus Lalulintas di Jalan Bay Pas I B Mantra sempat mengalami  kemaceten,  Rabu (15/6), karena banyaknya pengguna jalan yang menepi dan berhenti sejenak menyaksikan pemandangan langka, yakni bangkai  pesawat Boing 737 series 400, yang terparkir memenuhi badan jalan. Ada pula warga yang sengaja datang ke lokasi, lantaran mendapat informasi sesat di media sisal tentang kapal jatuh.

Dari pantauan di lokasi, arus lalu lintas sempat macet  hingga  tumpukan mobil mencapai 5 kilometer. Sejumlah polisi akhirnya turun tangan dan menertibkan warga yang memarkir kendaraannya di badan jalan.  Beluam lagi sebagian jalan sudah dipenuhi oleh truk tronton yang bermuatan badan pesawat. “Jarang lihat pesawat di jalan raya, jadi  saya  berhenti untuk sekadar melihat, menyentuh serta mengambil foto badan pesawat tersebut,” terang seorang pengguna jalan, Luh Gede Aan Sulastina asal Peliatan, Ubud.

Berbeda dengan I  Wayan Raos asal Buruan, Blahbatuh,  dirinya mengaku sengaja datang ke lokasi karena penasaran. Terlebih setelah melihat di sebuah broadcast di media sosial jika dinformasikan ada pesawat jatuh di Keramas. “Saya mendapat informasi dari warga lain dan sosial media juga, kabarnya ada pesawat jatuh, saat saya cek ternyata benar ada pesawat di sini namuan tidak jatuh,” terang  Raos.

Setelah ditelusuri, bangkai pesawat Boing 737 series 400 ini sengaja dibeli untuk dijadikan wisata edukasi. Nantinya akan ditempatkan di Taman Wisata Keramas Aero Park di   Desa Keramas. Pesawat dengan kapasitas 250 penumpang ini dibeli dari Bandar Udara International Juanda, dengan harga yang cukup fantastis yakni mencapai Rp 3 Miliar. “Ini yang kita beli cuma badannya saja seharga Rp 3 Miliar, tanpa engine. Kalau barunya pesawat ini sekitar Rp 900 Miliar atau sampai satu Triliun, “ungkap  Konseptor Keramas Airo Park, Abdi Negara.

Lanjutnya, badan pesawat dengan tipe yang sama juga ada di dua Kabupaten lain di Bali. Seperti di Singaraja badan pesawat Boing 737 series 300, dan di Jembrana dengan badan pesawat Boing 737 series 200.  Namuan demikian, disebutkan jika pesawat ini sejatinya  masih bisa digunakan. Bahkan beberapa maskapai masih ada yang menggunakan pesawat tipe ini untuk penerbangan.

Abdi Negara menambahkan, badan pesawat ini dikirim dengan dipecah menjadi tiga bagian, seperti badan pesawat dipecah jadi dua yakni depan dan belakang, lalu sayap pesawat diangkut dalam satu truk tronton. Tiga truk tronton yang mengakut badan pesawat ini tiba di Pelabuhan Banyuwangi sekitar lima hari lalu. Kemudian dengan pengawalan dari Polda Bali, dilakukan perjalanan sekitar empat hari empat malam, melintasi Singaraja, Karangasem kemudian tiba di Gianyar.