Bali Tribune, Senin 23 April 2018
Diposting : 17 April 2018 20:34
Redaksi - Bali Tribune
kebakaran
Keterangan Gambar: 
DILALAP API - Kejadian kebakaran di Pura Padang, Desa Pidpid Kelod, Kecamatan Abang, Karangasem.

BALI TRIBUNE - Kebakaran terjadi pada Minggu (15/4) sekitar pukul 20.30 Wita, menghanguskan bangunan Pura Padang, Banjar Dinas Pidpid Kelod, Kecamatan Abang. Berdasarkan informasi, Senin (16/4), saat kejadian warga banjar setempat tengah beristirahat, namun tiba-tiba saksi  I Wayan Mangku (42) dan istrinya Ni Made Sukerti (40) kaget ketika melihat api sudah membesar dan melalap sebagiann atap bangunan piyasan yang terbuat dari ijuk di pura tersebut.

Melihat api yang sudah semakin membesar, kedua saksi lantas berteriak meminta tolong, warga langsung berhamburan menuju lokasi kejadian guna memadamkan api dengan peralatan seadanya hingga sekitar 30 menit kemudian sejumlah unit mobil pemadam kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem, tiba dan langsung berjibaku memadamkan api. Perlu waktu sekitar dua jam bagi petugas pemadam kebakaran untuk memastikan api benar-benar padam, mengingat atap bangunan pura yang terbakar itu terbuat dari ijuk.

“Anggota langsung kami terjunkan bersama seluruh armada untuk melakukan pemadaman. Api langsung dapat kami kendalikan sebelum merembet ke bangunan lainnya,” tegas Kadis Pemadam Kebakaran Karangasem I Nyoman Sutirtayasa, kepada wartawan kemarin, sembari menambahkan untuk memadamkan api kebakaran tersebut dihabiskan 14 ribu liter air dengan APAR Powder.

Kelian Pura I Nyoman Suta (45) mengatakan jika kebakaran tersebut telah menghabiskan bagian atap bangunan piyasan, dan pasca kejadian kebakaran itu pihaknya akan melakukan rehab bangunan tersebut untuk selanjutnya di upacarai.

Hingga saat ini aparat kepolisian Polsek Abang tengah menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut. “Penyebabnya masih dalam penyelidikan, anggota sudah kami tturunkan untuk melakukan olah tempat kejadian,” tegasnya. Kendati demikian dugaan sementara akibat konsleting listrik, sedangkan kejadian kebaran tersebut mengakibatkan kerugian material total sejumlah Rp 60 Juta.