Diposting : 30 March 2016 14:14
Valdi S Ginta - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Arif Muji didampingi kerabatnya.

Denpasar, Bali Tribune

Berbagai cara telah dilakukan seorang ayah saat mengalami musibah, seperti apa yang dilakukan oleh Abdul Muis (33). Pria asal Sumbawa NTB ini rela mencari pengobatan yang terbaik demi kesembuhan putra kesayangannya, Arif Muji yang menderita hidrosefalus.

Muis yang merupakan seorang petani sempat terkejut mengetahui anaknya yang baru lahir sudah memiliki kepala yang berukuran tidak normal. “Saya sempat kaget saat mengetahui anak kedua saya lahir dengan kepala yang besar,” keluhnya di IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Selasa (29/3).

Meskipun kaget, dia pun berusaha tetap tabah akan kondisi anaknya dan beranggapan bahwa hal tersebut merupakan cobaan dan harus dijalaninya. Muis pun bertekad anaknya harus bisa sembuh dari penyakit yang diderita sejak lahir.

“Saya berharap agar anak saya bisa sembuh dan bisa bermain seperti anak seusianya,” ujar bapak dua orang anak ini. Lalu, dia pun bercerita bahwa diameter kepala anaknya sejak lahir hingga berusia 6 bulan berkembang dari 38 cm hingga mencapai 51 cm.

Istrinya, Wahyuni (32) tidak merasakan gejala yang aneh saat mengandung anaknya. Namun pada usia kandungan 8 bulan, dokter sempat mengatakan bahwa terdapat benjolan kecil pada kepalanya.

“Saat di USG sempat diketahui putra saya itu memiliki benjolan pada kepalanya, lalu saat lahir kepalanya membesar hingga mencapai 38 cm,” jelasnya. Istrinya pun syok melihat anaknya yang lahir dengan kondisi kepala yang membesar.

Wahyuni juga sempat menangis pilu melihat kondisi anaknya. “Istri saya menangis terus setiap melihat Mujib,” ujar Muis. Bukan hanya saat pertama kali saja menangis namun hampir setiap hari istrinya menangisi putranya.

“Tapi saya tetap menguatkan istri saya bahwa semua cobaan ini pasti ada jalannya, dan sekarang kami sedang berusaha menyembuhkan penyakitnya dengan dibawa ke RSUP Sanglah,” terangnya.

Kini yang diharapkan olehnya ialah doa untuk kesembuhan anaknya. Arif Muji yang berusia 6 bulan masih menunggu jadwal operasi meningokel oleh tim bedah RSUP Sanglah dan kini masih dalam masa observasi di ruang IGD.