Bali Tribune, Jumat 22 Juni 2018
Diposting : 12 March 2018 20:36
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Komunikasi
Keterangan Gambar: 
DIY- Kunjungan rombongan di Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY

BALI TRIBUNE - Peran Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sangat vital untuk mewujudkan pembelajaran elektronik (e- learning) atau kelas maya di daerah yang dikenal sebagai kota pelajar tersebut. Balai Tekkomdik ini menjadi lembaga pemerintah yang profesional dalam bidang pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dikenal di mata masyarakat Yogyakarta, Indonesia dan internasional.

Selama ini Balai Tekkomdik tersebut menghasilkan produk media pembelajaran berbasis TIK yang bermutu bagi dunia pendidikan, memberikan pelayanan profesional terhadap para pengguna produk Balai Tekkomdik DIY. Selain itu juga menjadi pusat unggulan pengembangan media pembelajaran berbasis TIK. Kepala Balai Tekkomdik DIY, Isti Triasih kepada rombongan Press Tour Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali beserta awak media, Kamis (8/3) di kantor setempat mengatakan change and moving forward with technology sebuah tagline yang menjadi brand dan semangat baru bagi Balai Tekkomdik DIY dalam melayani masyarakat serta meningkatkan mutu pendidikan di daerah itu melalui pendayagunaan TIK.

"Melalui tagline tersebut, kami berusaha untuk terus berubah dan berbenah agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan TIK yang sedemikian cepat," ujar Isti.

Menurutnya, dengan perubahan dan pembenahan yang dilakukan ini diharapkan masyarakat terlayani dengan lebih baik, responsif, dan lebih cepat untuk mendukung tercapainya misi pembangunan pendidikan di DIY sebagai pusat pendidikan terkemuka yang didukung oleh masyarakat berilmu pengetahuan teknologi tinggi.

Lebih lanjut Isti menjelaskan, berdirinya Balai Tekkomdik Disdikpora DIY tidak lepas dari kebijakan otonomi daerah tahun 2002 yang berdampak pada pengembangan Sanggar Teknologi Komunikasi (Tekkom) Yogyakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis Pusat Teknologi Pendidikan (Pustekkom) Depdiknas menjadi Balai Tekkomdik Disdikpora DIY sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah. "Sebagai lembaga profesional, kami membagi dua layanan, yang pertama layanan administrasi melalui portal Sistem Informasi Manajemen (SIM) kelembagaan Balai Tekkomdik yang dapat diakses melalui http://www.btkp-diy.or.id," sebutnya.

Kedua, kata Isti adalah layanan pembelajaran elektronik yang dapat diakses melalui portal Jogjabelajar (http://www.jogjabelajar.org). Portal Jogjabelajar merupakan salah satu unggulan Digital Goverment Services sebagai bagian dari program prestisius bernama Jogja Cyber Province. Sedangkan dalam melayani kebutuhan masyarakat atas materi-materi pembelajaran yang bersifat online, portal Jogjabelajar terbagi beberapa layanan strategis diantaranya Jogjabelajar (JB) Media, JB Tube, JB Radio, JB Budaya dan JB Class.

Berdasarkan hal itu, Pemerintah Provinsi Bali bersama awak media lokal mengunjungi Yogyakarta untuk studi banding terkait e-learning yang akan diterapkan di Bali pada tahun ini. Sekwan DPRD Bali, Gusti Ngurah Alit didampingi Kabag Publikasi, Pengumpulan dan Penyaringan Informasi Pemprov Bali, Made Ady Mastika saat mengunjungi Balai Tekkomdik DIY menyatakan jika studi banding ini berkenaan dengan urusan pendidikan di Provinsi DIY dan nantinya bisa diterapkan di Bali. "Kami fokus pada urusan pengembangan pendidikan," ujarnya.

Menurut data dan informasi dikatakan Alit, Pemerintah DIY telah melaksanakan program sistem pembelajaran elektronik dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. "Mudah-mudahan kami banyak mendapatkan hal-hal yang bisa kami manfaatkan untuk kepentingan mendukung pendidikan. Kami baru mulai penggunaan e-learning ini," kata Alit.

Sehingga dalam hal pembelajaran elektronik itu Pemerintah Provinsi Bali juga bisa mengikuti jejak perkembangan program pendidikan di DIY. "Kami di Provinsi Bali baru mulai ada semacam pioner di beberapa SMA kami lakukan e-learning ini. Namun memang dalam perjalanannya masih ada banyak kendala-kendala dan hambatan. Mungkin ada solusi yang sangat bermanfaat nanti bisa kami petik sebagai pengalaman di sini untuk bisa kita terapkan di Bali," harapnya.