Diposting : 11 October 2017 21:23
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Gunung Agung
Keterangan Gambar: 
Anggota Komisi V DPR RI saat meninjau pos pengungsi Gunung Agung di GOR Swecapura,Gelgel, Selasa (10/10) kemarin.

BALI TRIBUNE - Komisi V DPR RI yang beranggotakan 18 personil dipimpin Ir Fary Djemy Francis, Selasa(10/10) kemarin meninjau penanganan sarana dan prasarana tempat penampungan pengungsi Gunung Agung ke GOR Swecapura,Gelgel,KLungkung.

Rombongan Komisi V DPR RI ini diterima langsung Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di GOR Swecapura,Gelgel,Klungkung.

Pada kesempatan itu Bupati Suwirta menyebutkan bahwa pengungsi terdampak Gunung Agung bukan saja ada di GOR Swecapura,Gelgel namun tersebar di beberapa titik diberbagai Banjar adat yang ada di KLungkung.

Diakui Bupati masalah konsumsi logistik sudah tertangani dengan baik namun kendalanya adalah tersedianya kebutuhan bagi pengungsi wanita seperti Softex yang relative kurang.

Terkait dengan kondisi Dermaga Gunaksa yang dipertanyakan Komisi V disebutkan bahwa saat ini akses jalan menuju Dermaga putus praktis dermaga saat ini sudah terisolir.

Sebagaimana data Dep PU akan ketersediaan air minum untuk pengungsi sudah disiapkan dengan baik dengan menyiapkan mobil tangki kapasitas 4000 liter dan suply air bersih untuk MCK di pengungsian termasuk ketersediaan sumur bor di GOR Swecapura.

Sementara dari Balai Wilayah Sungai Bali Penida juga sudah mempersiapkan Pos Pos  dimana  sungai induk  jika terjadi erupsi dipersiapkan beberapa kantung embung .

“Sedangkan persiapan sarana Kapal disiapkan Ketapang Gilimanuk  51 unit padangbai lembar  36 unit sementara  dalam keadaan normal Ketapang Gilimanuk  32 unit  sedangkan padang bai  Lembar 24 unit disiapkan armada bus darat disiapkan  152 unit pariwisata 852 unit saat mobilisasi Damri disiapkan 10 unit sampai keluar Bali,”sebut Bupati.

Untuk Dermaga Gunaksa lanjut Bupati Suwirta, sudah siap namun akses jalan karena belum normalisasi sungai akan dikordinasikan direktorat prasarana untuk akses jalan ini. Namun Bina marga mempertanyakan sarat sarat yang normalisasi aliran sungai biar tidak terjadi pendangkalan dermaga.

Sementara itu Ketua Tim Ir Fary Djemy Francis,MMA menginginkan persiapan prasaranan pengungsi dipersiapkan dengan baik  bila terjadi erupsi terjadi.

Menurut dia, yang menjadi konsen tim adalah persiapan jalan jalur evakuasi.

Adapun jumlah pengungsi yang ada di Kabupaten klungkung hingga pagi kemarin mencapai 17.141 Jiwa dengan rincian laki-laki berjumlah 8.746 orang dan perempuan berjumlah 8.395 orang.

Seluruh pengungsi tersebut berada di wilayah Kabupaten Klungkung yang tersebar di 121 titik Posko pengungsian seperti salah satunya adalah GOR Swecapura.