Bali Tribune, Minggu 22 Juli 2018
Diposting : 26 March 2018 20:35
Redaksi - Bali Tribune
Navicula
Keterangan Gambar: 
PERIKSA - Petugas BNNK Gianyar saat memeriksa mobil maut yang dikemudikan Bassit Navicula.

BALI TRIBUNE - Mengalami kecelakaan maut akibat out of control, mobil yang dikemudikan  I Made Indra,  bassist Grup Band Vavicula, juga mendapat perharian BNNK Gianyar. Menyusul dugaan penyebab kecelakaan  yang menewaskan Afiriana Dewi (22) di jalan Raya Sakah, Sukawati, Gianyar, Sabtu dinihari itu, lantaran pengemudi mabok

Kepala Seksi (Kasi) Brantas BNN Gianyar AKP Agung Buwono, Minggu (25/3), membenarkan jika dirinya beserta jajarannya turut melakukan pemeriksaan terhadap mobil dengan plat  Dk 11 82 GK itu. Namun demikian, pihaknya mengaku tidak bisa melakukan pemeriksaan maksimal saat di TKP, katena kondisi mobil rusak berat. ”Kami sudah berkoordinasi dengan satuan Narkorba Polres Gianyar untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di bengkel,” terangnya.

Dari keterangan sejumlah saksi yang menolong kedua korban, diakuinya jika ada dugaan jika pengemudi mobil dalam kondisi mabuk. Dengan demikian, pihaknya wajib melakukan pengembangan  lebih lanjut.  ”Kami masih melakukan pemeriksaan termasuk meminta keterangan sejumlah saksi,  kami akan terus berkoordinasi dengan satuan narkoba,” terangnya singkat.

Sebelumnya, kecelakaan maut yang melibatkan artis Bali, yakni I Made Indra (33),  bassis grup Band Navicula, asal Padang Sambian, Denpasar.  Kondisi mobil  dengan plat DK 11 82 GK yang  dikemudikan korban pun ringsek  setelah bagian tengahnya menghantam pohon perindang dan sebuah warung.

Tragisnya,  pacar Made, yang diketahui bernama Afiriana Dewi (22), tewas di tempat lantaran terjepit di posisi sebelah kemudi.  Sedangkan Made  menderita luka berat di bagian perut dan  telinga. Made sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ari Santi, Mas, Ubud, lanjut dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar dam kini kondisnya  masih kritis.

Dari  keterangan warga, kejadiannya sekitar pukul 00.45 wita  saat jalan dalam kondisi sepi.  Kendaraan korban  melaju dengan cepat namun kemudinya tidak stabil. Hingga di lokasi mobil naas itu melenceng  ke arah kanan dan kecelakaan maut tak terhindarkan. ”Saat evakusai saya tidak kuat melihatnya, keduanya terluka parah,” terang Jero Mangku Badra.