Diposting : 23 June 2018 08:40
Mohammad S. Gawi - Bali Tribune
Bali Tribune
BALI TRIBUNE - Globe atau bola dunia pertama kali ditemukan oleh ilmuwan kelahiran Ceuti, Spanyol bernama Al Idrisi. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad Ibnu Abdullah Ibn Idris Ash Sharif.
 
Ilmuan yang hidup antara tahun 493 H/1100 M hingga 560 H/1165 M ini adalah seorang guru besar ilmu geografi yang sangat termasyur pada zamannya lantaran temuannya mengilhami ilmuan sesudahnya hingga saat ini.
 
Pertanyaannya mengapa disebut Globe alias "Bola Dunia"? Diduga kuat nama itu terilhami oleh bentuk bola yang dijadikan media permainan sejak abad ke-2 dan ke-3 di Tiongkok pada era dinasti Han. Permainan dengan media bola memang sudah dikenal sejak zaman itu.
 
Kini, permainan bola dimaksud berkembang  dalam masyarakat modern dengan nama permainan sepak bola. Jenis permainan ini mendunia dan memikat perhatian hingga miliaran orang di seluruh dunia. Daya pengaruhnya dahsyat. Bahkan, otoritas manajemen pengelolaan event sepak bola dunia bernama FIFA masuk dalam kategori organisasi modern dunia yang paling berpengaruh saat ini. PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) nyaris kalah pamor dari FIFA.
 
Lalu bagaimana event sepak bola mampu menyedot perhatian dunia? Awalnya te jenis permainan tersebut praktis, dengan media yang bisa diproduksi dimana-mana, sistem dan ketentuan yang mudah dipahami serta bola sebagai titik konsentrasi permainan bergerak lentur dari kaki ke kaki.
 
Secara non teknis, sepak bola diminati masyarakat  dunia dengan membayangkan sebagai "bumi", ditangkap secara indrawi dan diteruskan ke memori setiap manusia mengenai bentuk planet bumi dimana manusia berada.
 
Bukti paling konkrit tentang betapa sepak bola menguasai dunia dapat diukur dalam skala Indonesia saat ini. Ruang maya, media dengar pandang hingga alam nyata kita saat ini disesali dengan obrolan tentang bola. Argentina yang selama ini dikenal perkasa dengan pemain andalannya Messi menjadi percakapan paling hangat saat kalah melawan Kroasia. Nada hujatan dan pembelaan terhadap Messi dilukiskan dalam berbagai bahasa dan simbol. Media sosial kita dalam dua hari ini sungguh-sungguh disesaki obrolan tentang Argentina dan Messi.
 
Para penggemar bola di Indonesia yang sedang terkotak-kotak mengikuti rivalitas politik (Pilkada, Pileg dan Pilpres), bisa ditaklukkan oleh obrolan tentang bola. Saling ejek dan provokasi juga ada dalam penggemar bola namun tidak menjadi alat pembelah antar para penggemar. Justru di dalam dunia penggemar Bola, ejekan dan provokasi menjadi bumbu penyedap rasa yang tersampaikan secara jenaka.
 
Bola memang mendunia dan dunia menjadi terpikat dengan bola. Dengan demikian tidak salah bila banyak produk menyandarkan merek dagangnya dengan  icon Bola Dunia. Dan, dalam makna yang lain frasa "Bola Dunia" dapat juga berarti permainan yang menggoncang dunia. Dengan demikian, "Bola Dunia" dan "Dunia Bola", meski beda secara semantik, namun memiliki  jangkauan dan kedalaman makna yang sama.