Bali Tribune, Jumat 27 April 2018
Diposting : 12 April 2018 18:10
Redaksi - Bali Tribune
erupsi
Keterangan Gambar: 
DIMANFAATKAN - Los di Pasar Seni Manggis yang mangkrak yang sempat dimanfaatkan menjadi posko pengungsi erupsi Gunung Agung.

BALI TRIBUNE - Banyaknya bangunan pisik yang dibangun oleh bupati sebelumnya yang mangkrak dan tidak berfungsi lagi, menjadi perhatian Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri. Kepada wartawan Bupati Mas Sumatri mengaku pihaknya akan memanfaatkan bangunan pisik yang mangkrak tersebut agar berfungsi lagi dan bermanfaat bagi masyarakat Karangasem.

Sebelumnya Bupati Karangasem telah mengoptimalkan fungsi gedung UKM Center yang dulunya sepi aktifitas dan nyaris menjadi bangunan mangkrak menjadi Mall Pelayanan Publik, saat ini gedung tersebut sudah berfungsi optimal dan selalu ramai dikunjungi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan dari instansi penyedia layanan di gedung yang dibangun pemerintah sebelumnya dari hasil hutangan di Pusat Investasi Pemerintah (PIP) tersebut.

Bupati Mas Sumatri, Rabu (11/4), mengakui kalau sebenarnya masih ada beberapa bagunan yang dibangun dengan biaya besar sebelumnya, sekarang tidak berfungsi dengan baik alias mangkrak. Diantaranya, Pasar Seni Manggis yang berulangkali diubah namanya namun tetap saja tidak berfungsi, bangunan Pasar Buah di Desa Menanga dan Pasar Hewan Pempatan, Kecamatan Rendang yang juga mangkrak.

Masih ada bangunan mangkrak lainnya seperti wantilan Wisata Tirta di Amed dan tempat Pelelangan Ikan di Amed yang sudah hampir 15 tahun ini mangkrak. “Kita akan garap dan fungsikan satu persatu. Bisa saja dirubah peruntukanya dan disesuaikan dengan kebutuhan sekarang. Yang penting dimanfaatkan, bisa untuk apa saja sesuai dengan kebutuhan, jangan di biarkan mangkrak karena akan merugi,” cetus Mas Sumatri.

Mas Sumatri juga menyoroti produk kerajinan Karangasem yang belum optimal dalam pemasaran, dimana saat ini masih banyak perajin yang memasarkan produknya secara sendiri sendiri. “Dia mencari konsumen sendiri tentunya tidak maksimal. Bahkan perajin juga kerap merugi kalau memasarkan sendiri. Sekalipun ada sangat kecil nilainya sehingga belum mampu menopang keluarga para pengrajin. Ya sebagian besar dari hasil penjualan mereka hanya sekadar untuk menambah biaya hidup, belum mampu menopang secara keseluruhan,” lontarnya.

Karena itu perlu dicarikan formula agar hasil kerajinan pengrajin Karangasem bisa mensejahtrakan para perajin sendiri. Kedepan pihaknya berharap dengan di pajang di Mall di UKM Center nantinya hasil kerajinan Karangasem lebih dikenal. Dan pengunjung banyak datang untuk membeli. “Minimal untuk tahap pertama lebih dikenal dulu, nantinya baru bisa mendatangkan konsumen yang lebih besar,” lontarnya.

Dirinya juga akan memanfaatkan para tamu Pemkab yang datang dari luar Bali untuk study banding ke Karangasem. mereka akan di arahkan mengunjungi mall ini untuk melihat hasil kerajinan Karangasem. Kawasan ini juga bisa menjadi salah satu lokasi atau pajangan hasil kerajinan Karangasem terlengkap. Sehingga bagi siapapun yang mau mencari hasil kerajinan Karangasem tinggal datang ke Mall Pelayanan Publik di UKM Center.