Diposting : 7 July 2018 15:47
Djoko Purnomo - Bali Tribune
IGN Oka Darmawan
Keterangan Gambar: 
IGN Oka Darmawan
BALI TRIBUNE - Para pengprov cabang olahraga (cabor) kini harus berhitung secara matematis terkait dengan proyeksi medali yang mampu diraihnya pada PON XX/2020 mendatang di Papua.
 
“Berhitung itu dari semua aspek, baik itu proyeksi atlet yang dipersiapkan nantinya yang memang benar-benar potensi meraih medali utamanya emas, an tidak sembarang mengirim atlet yang lolos PON. Karena kami juga sangat paham dan mengetahui semua itu,” ujar Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali, IGN. Oka Darmawan, Jumat (6/7).
 
Diakuinya, hal itu karena pancangan raihan emas di PON Papua yang dilakukan KONI Bali berjumlah 30 keping emas. Dengan demikian pengprov cabor haru sudah mempersiapkan segalanya mulai sekarang ini.
 
“Artinya untuk mencapai target itu, pengprov cabor harus sudah mulai menyiapkan apa yang harus dilakukan, bagaimana caranya dan langkah yang harus dilakukan demi memberikan pencapaian prestasinya. KONI Bali sendiri akan selalu mendukung,” terang Oka Darmawan.
 
Berangkat dari semua itulah lanjutnya, KONI Bali akan selalu siap berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengprov cabor. Termasuk kendala-kendala yang masih dihadapi untuk dicarikan solusi bersama.
 
“Semuanya memang harus ditata dengan baik mulai sekarang, karena waktunya terus beralan dan kian dekat, terutama untuk Pra-PON lebih dulu. Apalagi Pra-PON nantinya belum diketahui apakah mendahului atau setelah helatan Porprov Bali tahun depan. Jadi tidak bisa semata menunggu hasil Porprov Bali untuk cabor. Ini yang penting harus dipikirkan pengprov cabor juga,” demikian Oka Darmawan.