Bali Tribune, Senin 28 Mei 2018
Diposting : 8 May 2018 14:47
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Muhaimin Iskandar
Keterangan Gambar: 
Muhaimin Iskandar

BALI TRIBUNE - Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, dukungan terhadap sejumlah tokoh untuk maju sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) telah mengemuka bahkan hingga tataran akar rumput. Seperti dukungan yang diberikan warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Kabupaten Jembrana kepada Muhaimin Iskandar yang kini menjabat sebagai Wakil Ketu MPR RI untuk maju sebagai Cawapres mendampingi Jokowi.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, saat kunjungannya ke Kantor Pimpinan Cabang (PC) NU Kabupaten Jembrana Senin (7/5) sore mendapat dukungan dari warga NU se-kabupaten Jembrana. Warga NU se-Kabupaten Jembrana menyatakan telah menyatukan tekad untuk mendukung Muhaimin Iskandar untuk maju sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) berdampingan dengan Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang.

Kedatangan Panglima Santri ini ke Kabupaten Jembrana selain disambut dengan beberapa atraksi pencak silat yang dibawakan oleh para santri, juga tampak disambut dengaan spanduk dukungan untuk maju sebagai Cawapres pada Pilpres 2019. Di hadapan warga NU, santri dan puluhan pengurus dan kader PKB dari pusat hingga daerah, Cak imin yang hadir bersama Menteri Desa Pembangun Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengaku dirinya optimis maju sebagai Cawapres mendapingi Jokowi pada pilpres tahun 2019 mendatang.

Rasa optimisme ini dilatarbelakangi oleh tingginya dukungan semua kiai, santri dan warga NU serta pengurus PKB yang menurutnya sangat luar biasa kepada dirinya untuk maju sebagai cawapres 2019 mendatang. Di depan puluhan pendukung dari PCNU Kabupaten Jembrana, tokoh muslim asal Jombang, Jawa Timur ini mengatakan apabila dirinya tidak dipilih oleh Jokowi sebagai cawapres maka ia akan maju menjadi Capres dari PKB kendati dirinya belum berpikir sampai sejauh itu.

 “Kita sangat optimis, pertama pemilih PKB mecapai 11 juta lebih dan dukungan dari kiyai NU dan pengurus merata di Indonesia termasuk yang ada di Jembrana serta disisi lain kegairahan umat islam membutuhkan penyaluran yang ekfektf sehingga saya siap menjadi penyalur. Siapapun yang tidak memilih saya, saya rasa ia menyiakan kesempatan besar. Sampai hari ini saya tidak sampai berfikir seperti itu saya yakin sampai tanggal pendaftaran baru kita bisa ambil sikap” ungkap mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) itu.

Di hadapan ulama dan Pengurus PKB yang hadir, mantan Wakil Ketu DPR ini menyatakan akan mencalonkan diri sebagai Presiden dengan dukungan partai yang kini dipimpinnya apabila dirinya tidak dipilih oleh Jokowi sebagai Calon Wakil Presiden pada pilpres 2019 mendatang.

 “Kita lihat saja, kalau ada pertanyaan jika pak jokowi ndak ngambil bagaimana perlu saya kasi tahu ndak, pertama kalau pak jokowi ndak ngambil ya jumbo ndak punya pasangan,biasanya kalau sudah jumbo ya frustasi lalu masuk kamar dan tidur. Kalau yang kedua melihat semangat yang ada kalau pak jokowi ndak ngambil ya terpaksa kita nyalon presiden sendiri. Itu kalau bahasa jawa kandani ra percoyo. Kalau ndak ambil Wapres ya kita Nyapres. Gitu aja kok repot,” paparnya.

Bahkan pihaknya mengaku telah melakukan berbagai pendekan dan loby dengan sejumlah tokoh politik lainnya, “ya tentu saya bertemu dengan ketua-ketua umum partai lain, membuat posko Join (Jokowi-Muhaimin) untuk meningkatkan elektabilitas. Juga dukungan NU, KH Said Aqid Siradj mendukung saya,” tandasnya.