Diposting : 29 September 2016 09:52
San Edison - Bali Tribune
pilgub
Keterangan Gambar: 
Gusti Putu Artha

Denpasar, Bali Tribune

Pengamat politik Gusti Putu Artha mengatakan, jalan bagi calon independen untuk tampil di Pilgub Bali 2018 mendatang akan tak mulus. Namun peluang kemunculan calon independen tetap terbuka, tergantung kesiapan calon, baik dari sisi strategi, modal maupun kesiapan menghadapi tekanan politik dari partai politik yang ada.

Belum lagi, menurut Putu Artha, calon independen yang berjuang pada Pilgub nanti harus menyiapkan dukungan 250.094 KTP, minimal tersebar di enam kabupaten/kota di Bali. "Ini lumayan berat. Tak mudah mengumpulkan dukungan sebesar itu," ucapnya, kepada Bali Tribune melalui saluran telepon di Denpasar, Rabu (28/9).

Selain harus berjibaku mendapatkan dukungan KTP, imbuhnya, calon independen pada Pilgub Bali 2018 juga membutuhkan pengorganisasian jaringan, biaya serta meyakinkan pemilih untuk mau menyerahkan KTP. "Biaya besar, jaringan ada, tapi kalau gagal meyakinkan pemilih untuk serahkan KTP, juga sulit," tandas mantan Komisioner KPU RI itu.

Belum lagi, lanjut Putu Artha, calon independen masih harus berhadapan dengan tekanan partai politik dalam mencegah kadernya menyetor KTP. "Intimidasi sejumlah parpol besar yg mencegah kadernya setor KTP, itu juga menjadi tantangan tersendiri bagi calon independen," tegas Konsultan Politik Teman Ahok itu.

Ia menepis sinyalemen bahwa menurunnya minat untuk tarung melalui jalur independen ini, lantaran kegagalan Basuki 'Ahok' Purnama maju melalui jalur perseorangan di Pilgub DKI Jakarta. "Ahok tidak gagal. Ahok saja yang gak mau pakai (jalur perseorangan," ujarnya.

Bagi Putu Artha, kegigihan Ahok dalam mengumpulkan dukungan KTP di Pilgub DKI Jakarta, dapat dijadikan tolok ukur oleh figur di daerah jika ingin tampil melalui jalur independen. "Ahok mampu mengumpulkan 1 juta KTP. Itu bisa dijadikan contoh oleh figur-figur di daerah, bagaimana mendapatkan dukungan KTP untuk tampil di jalur independen," urai mantan Komisioner KPU Bali itu.

Selain Ahok, pasangan Dewa Nyoman Sukrawan - Gede Dharma Wijaya (SURYA) yang sedang berjuang di Pilkada Buleleng 2017 dapat dijadikan cermin jelang Pilgub Bali nanti. "Jika Paket SURYA lolos di Pilkada Buleleng, tentu akan mendorong cagub independen muncul di Pilgub Bali. Jika tak lolos, maka itu membuktikan bahwa mengumpulkan KTP berat dan butuh biaya besar," pungkas Putu Artha.