Diposting : 8 November 2018 09:50
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
PENCARIAN – Polairud Polres Karangasem tampak melakukan pencarian terhadap salah seorang calon penumpang kapal yang tercebur pada Rabu dini hari. Namun hingga siang kemarin pencarian belum membuahkan hasil.
BALI TRIBUNE - Seorang calon penumpang kapal ferry tujuan Pelabuhan Lembar, Lombok, dinyatakan hilang setelah penumpang bersangkutan tercebur ke laut saat berusaha loncat ke atas kapal dari relling dermaga 1 Padang Bai, Karangasem.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini di pelabuhan ujung timur Bali ini, Rabu (7/11), peristiwa yang cukup membuat petugas pelabuhan kalang kabut tersebut, terjadi sekitar pukul 03.10 Wita dini hari kemarin. Saat itu korban yang belakangan diketahui bernama Zaenudin (30), warga asal Mataram, Nusa Tenggara Barat ini tiba di Pelabuhan Padang Bai bersama rekannya Gufron (35) untuk menyeberang ke Lembar.
 
 Sebelum menyeberang, korban dan rekannya itu minum kopi di salah satu pedagang asongan di dekat Dermaga 1. Entah apa yang terjadi, korban secara diam-diam pergi meninggalkan rekannya dan menuju ke kapal KMP Perdana Nusantara yang saat itu sudah lepas tali dan menutup ramp door dan bergerak meninggalkan dermaga.
 
Melihat kapal ferry itu berangkat, korban pun langsung melompat ke kapal yang sudah bergerak menjauhi fender penahan benturan di dermaga, mungkin dengan maksud hendak masuk dan ikut menumpang kapal tersebut.
 
 Namun sayangnya lompatan korban itu tidak mampu meraih bagian kapal dan korban malah terjatuh ke laut. Sementara dalam waktu bersamaan, Mualim 1 atau pembantu nahkoda kapal melihat kejadian itu, termasuk saat korban tercebur ke laut. Selanjutnya Mualim 1 itu mengontak kru darat untuk menolong korban.
 
Mendapat laporan kejadian itu, Kapolsek KP3 Padang Bai bersama KSOP Padang Bai dan kru darat KMP Perdana Nusantara langsung berusaha mencari korban. Namun hingga pukul 08.00 Wita, korban tak juga ditemukan.
 
 Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Pos SAR Karangasem, dimana sebanyak tujuh orang personel SAR dari Basarnas langsung meluncur ke Padang Bai untuk melakukan pencarian bersama Polair Polres Karangasem. Hingga petang kemarin hasil pencarian masih nihil dan korban belum ditemukan.
 
“Menurut informasi rekannya, korban ini mengalami depresi berat setelah di-PHK oleh perusahaannya di Kalimantan. Nah korban kemudian diajak pulang ke Lombok oleh rekannya,” ungkap Kepala KSOP Padang Bai, I Ketut Gede Sudarma, kepada wartawan kemarin.
 
Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, korban dan rekannya sudah kehabisan uang sehingga untuk sampai di Pelabuhan Padang Bai, keduanya menumpang truk secara gratis. “Kemungkinan karena tidak punya uang untuk membeli tiket kapal, korban ini melompat ke atas kapal saat kapal sudah lepas tali dan mulai bergerak. Mungkin saat melompat, tangan korban tidak berhasil meraih bagian reling kapal dan korban malah tercebur ke laut,” ungkap Ketut Gede Sudarma.
 
Namun itu baru perkiraan pihaknya saja. Karena kemungkinan juga korban mengalami gangguan kejiwaan karena  saat menumpang truk dari Surabaya ke Padang Bai korban menurut rekannya sudah beberapa kali ingin melompat dari truk.
 
Terkait kejadian ini, pihaknya mengaku akan segera memanggil Mualim 1 kapal KMP Perdana Nusantara untuk diperiksa dan dimintai keterangan. Karena jika mengacu pada SOP, ketika Mualim 1 bersangkutan melihat ada kejadian penumpang atau calon penumpang atau warga tercebur ke laut, seharusnya yang bersangkutan mematikan mesin kapal dan memberikan pertolongan. Bukan malah melanjutkan pelayaran.