Diposting : 19 August 2017 14:56
redaksi - Bali Tribune
bunuh diri
Keterangan Gambar: 
Ipda Nengah Seven Sampeyana (kiri) saat mengamankan pelaku yang hendak bunuh diri.

BALI TRIBUNE - Warga di seputaran Pertokoan Udayana Jalan Letda Made Putra Denpasar, Jumat (18/8) pukul 16.15 Wita digegerkan oleh aksi seorang pria berinisial PM (34) yang mencoba pinjam pistol milik seorang anggota polisi untuk bunuh diri. Aksi pria asal Singaraja ini menarik perhatian warga. Polisi berhasil mengamankannya ke Mapolsek Denpasar Barat (Denbar).

Informasi yang berhasil dihimpun Bali Tribune sore kemarin mengatakan, berawal dari adanya permasalahan keluarga antara pelaku dengan istrinya berinisial KYA (26). Pada pukul 15.00 Wita, pelaku mendatangi tempat kerja istrinya di Harisha Optical Pertokoan Udayana Jalan Letda Made Putra. Sesampai di lokasi kejadian, pelaku memanggil istrinya untuk keluar guna menyelesaikan masalah tersebut.

Namun lantaran takut, istrinya tidak mau keluar sehingga menyulut kemarahan pelaku. "Sehingga pelaku melepas kaca spion sepeda motornya kemudian melemparkan kaca spion itu ke Toko Harisha Optikal yang menyebabkan kaca toko tersebut pecah," ungkap seorang petugas. 

Aksi pelaku tersebut membuat seorang anggota polisi dari Subsektor Diponegoro, Bripka I Made Kabayan yang saat itu sedang berada di TKP berusaha menenangkannya. 

Namun menariknya, ia malah meminjam pistol anggota polisi itu untuk bunuh diri. "Tidak ada dia (pelaku - red) merebut senjata anggota polisi. Pelaku ngomong mau pinjam senjata untuk bunuh diri," ungkap Kapolsek Denbar Kompol I Gede Sumena, SH tadi malam.

Pihak Kepolisian Polsek Denbar yang dipimpin oleh IPDA Nengah Seven Sampeyana beserta sejumlah anggota bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan pelaku ke Mapolsek. Hasil introgasi, pelaku menerangkan bahwa niat meminjam Senpi anggota polisi tersebut untuk bunuh diri lantaran depresi dengan sakit lumpuh yang dideritanya. "Dulu pelaku juga sempat coba melakukan bunuh diri dengan cara menusukan keris keperutnya, namun bisa tertolong," terang Sumena. "Untuk sementara, yang bersangkutan kita amankan di Mapolsek 1x24 jam," sambung Kanit Reskrim, IPTU Aan Saputra.