Diposting : 16 May 2018 12:58
San Edison - Bali Tribune
aspirasi
Keterangan Gambar: 
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali didampingi Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Bali I Gusti Ngurah Alit, saat diterima pihak Kedutaan Besar RI di London, Inggris.
BALI TRIBUNE -  Pada tanggal 7-9 Mei lalu, anggota Komisi I DPRD Bali bertandang ke London, Inggris. Kunjungan dipimpin Ketua Komisi I DPRD Bali, Ketut Tama Tenaya, didampingi Sekretaris DPRD (Sekwan) I Gusti Ngurah Alit. 
 
Gusti Ngurah Alit, yang dikonfirmasi BALI TRIBUNE -  di Denpasar, Selasa (15/5), membenarkan kunjungan ke Negeri Ratu Elizabeth itu. "Ya, memang benar kemarin itu Komisi I DPRD Provinsi Bali ke London," jelasnya. 
 
Ia membantah perjalanan tersebut tanpa agenda jelas, apalagi menghabiskan anggaran. Menurut Ngurah Alit, kunjungan ke London penting, dalam rangka peningkatan kinerja anggota para wakil rakyat. 
 
"Kunjungan itu penting, dalam rangka peningkatan wawasan dan kapasitas anggota dewan," tandasnya. 
 
Ia kemudian menjelaskan, dalam kunjungan tersebut, dirinya bersama jajaran Komisi I DPRD Provinsi Bali, diterima pihak Kedutaan Besar RI untuk Inggris. Selain itu, juga bertandang ke Parlemen Inggris. 
 
"Ada banyak hal yang kita bicarakan dengan pihak Kedutaan Besar di London. Salah satunya soal upaya peningkatan kunjungan wisatawan, tidak saja ke Bali tapi juga Indonesia umumnya," papar Ngurah Alit. 
 
Dikatakan, penting membahas soal wisatawan Inggris, karena ada beberapa pertimbangan. "Kita tahu Eropa, khususnya Inggris itu negara besar. Kita harapkan mereka bisa ke Bali, apalagi dari statistik, waktu lama tinggal mereka itu panjang," bebernya. 
 
Di samping itu, pihak Kedutaan Besar juga memaparkan program promosi wisata Indonesia di London. Di sana, demikian Ngurah Alit, ada event semacam Expo Tahunan, yang memperkenalkan kekayaan Indonesia. 
 
"Jadi akan ada event seperti Expo Tahunan, di mana promosi tentang Bali mendapat prioritas. Pihak Kedutaan di sana bahkan mohon gamelan juga," jelasnya. 
 
Adapun di Parlemen Inggris, para wakil rakyat dan Ngurah Alit diterima anggota Parlemen sekitar 30 menit. Meski begitu, pihaknya juga mendapatkan pengalaman, tentang bagaimana masyarakat di Inggris berdemonstrasi dan menyampaikan aspirasi kepada Parlemen. 
 
"Kita diterima sekitar 30 menit, karena kebetulan memang banyak sekali kunjungan. Kebetulan waktu kita datang juga ada demo di sana. Yang demo ga banyak, tidak pakai pengeras suara. Mereka hanya bawa spanduk. Katanya dengan tulisan di spanduk itu, aspirasi mereka bisa didengar, tanpa perlu berteriak banyak," pungkas Ngurah Alit.