Diposting : 5 September 2017 16:40
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Jukung
Keterangan Gambar: 
DISERAHKAN - Jukung Berkah yang diduga sempat ditabrak oleh kapal tongkang pengangkut batubara ditengah laut setahun lalu diserahkan polisi kepada pihak keluarga korban.

BALI TRIBUNE - Setelah pemiliknya menghilang hampir setahun yang lalu, akhirnya Senin (4/9), pihak kepolisian menyerahkan jukung “Berkah” kepada keluarga. Sampan tradisional milik Rohami (50), nelayan asal Banjar Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Negara, yang menghilang sejak  6 Oktober 2016 lalu diserahkan pihak Polres Jembrana dan diterima langsung oleh kakak korban Ahmadi.

Penyerahan jukung yang selama ini ditambatkan pihak Satpol Air Polres Jembrana di Pantai Desa Pengambengan itu disaksikan Perbekel Pengambengan serta Babhinkamtibmas dan Babhinsa setempat. Kasat Polair Polres Jembrana, H.Eddy Waluyo dikonfirmasi kemarin menyatakan selama ini pihaknya bukan bermaksud menghambat penyerahan jukung yang diduga mengalami kecelakaan di tengah laut tersebut, namun penyerahan jukung yang dijadikan sebagai barang bukti itu baru bisa dilakukan setelah syarat adminitrasinya bisa terpenuhi. “Bukannya kami tidak memberikan jukung, tapi kami sudah meminta surat keterangan yang menyatakan kepastian keluarga korban dan surat itu baru diserahkan Senin (28/8),” paparnya.

Surat keterangan tersebut menerangkan bahwa pihak keluarga yang akan menerima jukung itu yakni Ahmadi memang benar adalah kakak kandung korban yang diterangkan oleh kepala desa di daerah asalnya di Kabupaten Jember, Jawa Timur. “Kami sudah bantu buatkan surat permohonan pinjam rawat barang bukti. Semuanya perlu proses dan kami sudah meminta Pak Ahmadi bersabar,” jelas Mantan Kasat Tahti Polres Jembrana ini. Menurutnya, pihak kepolisian hingga kini memastikan korban Rohami belum ditemukan.

Ahmadi usai menerima jukung adiknya yang menghilang saat melaut itu mengatakan, korban Rohami diketahui menghilang pada Kamis (6/8) sekitar pukul 20.00 WIta di wilayah perairan Desa Pengambengan, Negara, setelah sampan yang digunakan untuk memancing sempat ditabrak kapal tongkang pengangkut batu bara berukuran besar yang saat itu melintas di perairan tersebut. “Adik saya diduga tenggelam setelah ditabrak kapal batu bara itu, tapi sampan fibernya masih tetap mengapung di laut,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi jukung fiber dengan label nama Berkah itu saat ditemukan di tengah laut mengalami sejumlah kerusakan. Bahkan mesin tempel pada jukung tersebut dipastikan hilang dalam musibah naas yang menimpa adiknya itu. Sedangkan kapal yang menabrak jukung tersebut melarikan diri.